Angkasa Pura 2

JAI Wilayah Tanjung Priok Kembangkan Pemanduan Tongkang di Marunda

DermagaSabtu, 13 Februari 2016
20160212_164355-1-1

JAKARTA(beritatrans.com)-
Manager Operasi PT.Jasa Armada Indonesia (JAI) wilayah Tanjung Priok, Agus Suryanto mengatakan pihaknya akan mengambangkan jasa pemanduan di Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara.

Dia mengatakan selama ini di dermaga sepanjang 300 meter, Marunda sudah mulai disandari angkutan tongkang tanpa menggunakan jasa pemanduan. “Untuk keselamatan pelayaran keluar masuk tongkang di disana harus dipandu,” tuturnya kemarin.

Untuk menindaklanjuti rencana pemanduan di Marunda Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) yang bicarakan dengan pihak Pelabuhan Marunda, tuturnya.

PT.JAI wilayah Tanjung Priok dilengkapi 17 kapal tunda,8 kapal pandu dan 6 kapal kepil dengan 46 petugas pandu. “Kekuatan kita baik armada maupun SDM siap melayani tambahan pemanduan baik pada New Port Container Terminal (NPCT) Kalibaru mau pun Marunda,” tambah Agus.

Ditanya kegiatan pemanduan di Pelabuhan Tanjung Priok , Agus mengatakan setiap hari antara 80 sampai 85 gerakan (ship moving) atau 40 sampai 50 unit kapal.

Dia mengakui kunjungan kapal agak turun sejak tahun 2015 seiring dengan terjadinya kelesuan ekonomi global.

COMPLY ISPS CODE?

Sementara itu Berita Trans sempat menyaksikan sejumlah kapal kecil mirip perahu melintas di kolam Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat kemarin.

Ini mengundang tandatanya apakah pelabuhan terbesar di Indonesia ini sudah comply dengan ‘Kode Keamanan Internasional terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan’ (the international ship and port facility security code-ISPS Code)?

Agus mengatakan kapal nelayan seperti itu mestinya tidak boleh masuk pelabuhan kawasan bisnis. “Karena itu saya mengusulkan kepada Pemda DKI agar menutup kegiatan di Kali Kresik supaya Pelabuhan Priok benar benar steril sesuai ISPS Code. (wilam)