Angkasa Pura 2

Kecepatan Tinggi Berisiko Menjadi Pembunuh Di Jalan

Koridor Rubrik Iskandar AbubakarMinggu, 14 Februari 2016
IMG_1835

Berjalan dengan kecepatan yang tinggi meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan. Semakin cepat berjalan maka enerji kinetik akan semakin besar demikian juga dampaknya pada penumpang, pejalan kaki ataupun korban yang diakibatkan oleh kecelakaan itu.

Salah satu hasil sidang RTAG-RTI Subcommittee Meetings for Road Safety Advocacy and Collaboration, and Action Plan & Implementation, 9 – 11 February 2016, Colombo, Sri Lanka, yang kami hadiri adalah pengaruh kecepatan terhadap fatalitas di jalan.

Dr Dinesh Mohan dalam sidang RTAG-RTI tersebut menyatakan bahwa pengaruh kecepatan terhadap fatalitas meningkat sejalan dengan meningkatnya kecepatan di jalan pada beberapa pengemudi kendaraan dan pejalan kaki:

Screen Shot 2016-02-14 at 9.20.21 PM

Dari tabel dapat dilihat bahwa semakin tinggi kecepatan semakin tinggi pula peluang/probabilitas fatalitas terjadi dan pada tabel juga bisa dilihat bahwa pejalan kaki merupakan pemakai jalan yang paling rawan.

Pada kecepatan 50 km/jam peluang seorang pejalan kaki tewas mencapai 87 persen sedang pada kecepatan 80 km/jam sudah dipastikan pejalan kaki yang tertabrak tewas.

Di Jakarta sendiri pada tahun 2015 terdapat 566 orang yang tewas dalam kecelakaan yang mencapai 6.231 kasus. Angka yang tidaklah kecil sehingga perlu mendapat penanganan yang serius dari pemerintah.

Kebijakan yang disarankan World Health Organization dalam sidang tersebut adalah Pembatasan kecepatan di jalan arteri perkotaan antara 40 sampai 50 km/jam dan di jalan lingkungan maksimum hanya 30 km/jam. Di samping itu, untuk mendorong mekanisme pembatasan phisik untuk memperlambat laju kendaraan.

Pembatasan fisik ini dikenal dengan traffic calming seperti traffic hump yang dikenal sebagai polisi tidur, tempat penyeberangan yang ditinggikan, menyempitkan jalan ditengah ruas atau di jalan masuk lingkungan dan berbagai langkah yang prinsipnya meningkatkan keselamatan pejalan kaki dan menurunkan kecepatan kendaraan.

Penegakan hukum oleh Polisi Lalu Lintas secara tegas dan terus menerus merupakan langkah penting yang harus dilaksanakan terhadap para pelanggar kecepatan demi peningkatan keselamatan lalu lintas kepada masyarakat.

Iskandar Abubakar, Ketua GRSP-Indonesia, mantan Dirjen Perhubungan Darat dan mantan Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan.

Twitter: @iskandarabu