Angkasa Pura 2

Dirut PT BBS Batam Yakin Selesaikan Pembangunan Kapal Sesuai Target

DermagaSenin, 15 Februari 2016
IMG_20160215_113914_edit

BATAM (beritatrans.com) – Direktur Utama PT bahtera Bahari Shipyard (BBS) Batam Selamat Budiman optimistis mampu menyelesaikan pembangunan tiga unit kapal khusus pengangkut ternak sesuai target yang diminta oleh Kementerian Perhubungan yaitu Desember 2017.

“Saya optimistis bisa menyelesaikan pembangunan (3 kapal ternak) sesuai kontrak, Desember 2017,” kata Budiman usai peletakan keel laying atau lunas 5 unit kapal khusus pengangkut ternak oleh Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Hari Setyobudi di galangan PT BBS Batam,Senin (15/2/2016).

Bahkan menurut Budiman, penyelesaian pekerjaan bisa lebih dipercepat lagi bila semua bahan baku yang dibutuhkan sudah tersedia. Pasalnya, kata Budiman, sekitar 40% bahan baku kapal masih harus impor, terutama untuk mesin utama dan peralatan safety kapal seperti alat-alat navigasi dan yang lainnya.

IMG_20160215_083517_edit_edit

“Kita berutung bahan baku besi dan baja sudah tersedia di dalam negeri yaitu dari PT Krakatau Steel,” katanya.

Pada kesempatan itu Budiman menyatakan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang telah memberikan kesempatan kepada perusahaan galangan nasional untuk turut serta menyukseskan program Nawa Cita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, khususnya Nawa Cita di sektor transportasi laut yang dikenal dengan konsep tol laut.

IMG_20160215_101716_edit

“Ini moment yang sangat luar biasa bagi kami, para pengusaha galangan nasional karena dilibatkan langsung dalam pembuatan ratusan kapal negara,” katanya.

Ia berjanji kesempatan bagus ini tidak akan disia-siakan dengan cara membuat produk yang berkualitas, dan efektif serta efisien.

IMG_20160215_101832

Pembuatan kapal ternak pertama (KM Camara Nusantara 1) yang dibuat oleh PT Adiluhung Saranasegara Indonesia di Madura yang kini telah beroperasi menjadi pengalaman berharga dalam pembuatan kapal sejenis.

“Kami sudah berbagi pengalaman dengan PT Adiluhung agar pembuatan kapal ternak selanjutnya bisa lebih baik,” tuturnya.

Selain itu, dengan pengalaman sebagai galangan kapal yang telah mencapai puluhan tahun serta ditunjang oleh perlengkapan produksi mutakhir dan SDM yang mumpuni, Budiman mengaku siap menerima berapa pun permintaan pembuatan kapal.

“Galangan kami berdiri di atas lahan 53 hektare. Kami pernah membuat 20 kapal tug boat dalam waktu bersamaan,” katanya. (aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari