Angkasa Pura 2

Kemenhub Gelontorkan Rp24 Miliar Untuk PSO Kapal Khusus Ternak

DermagaSenin, 15 Februari 2016
IMG_20160215_100142_edit

BATAM (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) mengalokasikan dana sebesar Rp24 miliar untuk Public Service Obigation (PSO) operasional kapal khusus pengakutan ternak. PSO sebesar itu diberika selama satu tahun kepada PT Pelni yang diberi tugas mengoperasikan kapal ternak tersebut.

“Satu tahun kita anggaran sebesar Rp24 miliar untuk PSO PT Pelni mengoperasikan kapal khusus ternak,” kata Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Hubla Capt. Hari Setyobudi usai pelaksanaan keel laying atau peletakan lunas 5 unit kapat khusus pengangkutan ternak di galangan kapal PT Bahtera Bahari Shipyard (BBS) Batam, Senin (15/2/2016).

KM Camara Nusantara 1_beritatrans

Kemenhub saat ini berhasil membuat satu kapal khusus angkut ternak yaitu KM Camara Nusantara 1. Kapal ini telah dioperasikan oleh PT Pelni dan sudah tiga kali (voyage) melakukan pengangkutan ternak dari sentra-sentra ternak di NTT dan NTB.

Menurut Capt. Hari, dalam KM Camara Nusantara 1 akan beroperasi sebanyak dua voyage dengan subsidi per voyage sebesar Rp750 juta hingga Rp800 juta.

Subsidi sebesar itu berarti Kemenhub menanggung biaya angkut sekitar Rp1,5 juta per ekor. Sebelum biaya angkut sapi dari NTT ke Jakarta sekitar Rp1,8 juta per ekor.

“Jadi peternak atau pembeli sapi hanya cukup membayar sekitar Rp300 ribu per ekor,” kata Hari.

Dengan pola pemberian PSO kepada pengangkutan hewan ternak tersebut, Hari yakin harga daging sapi bisa lebih murah dari yang sebelumnya.

“Ketersediaan daging sapi pun bisa lebih terkendali. Sehingga dapat menguntungkan masyarakat,” ujarnya. (aliy)