Angkasa Pura 2

Buka Diklat Pimpinan IV

Tommy: Pembangunan Infrastruktur Transportasi Butuh SDM Profesional Untuk Mengoperasikan

SDMSenin, 15 Februari 2016
Diklat Pim Peserta

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Pembangun sektor transportasi sampai tahun 2019 sangat luar biasa. Infrastruktur semua subsektor transportasi baik darat, laut, udara serta kereta api (KA) dan penyeberangan di bangun di seluruh Tanah Air. Semua itu sebagai bentuk kehadiran negara di mata rakyat sekaligus untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

“Jika proyek infrastruktur itu sudah selesai dan dioperasikan, praktis akan membutuhkan SDM yang profesional untuk mengoperasikan atau untuk menjadi regulator. Kalian semua berpeluang untuk mengisi kebutuhan SDM pilihan itu di berbagai daerah di Tanah Air. Sekarang kembali kepada saudara, mampu tidak memanfaatkan peluang menggiurkan itu,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH, M.Si saat membuka Diklat Pimpinan IV di Kampus Balai Diklat Pembangunan Karakter BP3K Ciwidey, Bandung, Senin (15/2/2016).

Dikatakan, kalian peserta Diklat Pimpinan IV adalah calon-calon pemimpin di masa depan. Maju mundurnya transportasi nasional mendatang banyak ditentukan oleh kemampuan dan keahlian para pemimpin muda itu. “Oleh karena itu, manfaat seluruh waktu dan materi diklat untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme kalian di bidang manajemen transportasi di Tanah Air,” jelas Tommy.

Jika pembangunan infrastruktur transportasi itu sudah selesai, kilah dia, maka praktis membutuhkan SDM yang profesional dan kompetensi di bidangnya. Semua itu dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. “Kalian peserta diklat Pimpinan IV ini satu langkah lebih maju untuk mewujudkan SDM profesional sektor transportasi khususnya di tingkat manajerial,” sebut Tommy.

Jika kalian calon pemimpin muda tidak mengantisipasi dengan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme, terang Tommy, maka akan kalah bersaing dengan SDM asing yang kini mulai membanjiri pasar Indonesia. “Sejak 1 Januari 2016, sudah berlaku Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Saat ini, kita tak bisa lagi membendung dan menghalangi masuknya SDM asing itu. Jika kalian tidak membentengi diri denga meningkatkan kemampuan, akan semakin berat bersaing di era pasar bebas ini,” teran Tommy.

Diklat Pim IV sematkan

Sementara, Kapusbang SDM Aparatur Perhubungan Drs.Pepen Supendi dalam laporan pendidikannya menyebutkan, Diklat Pimpinan IV ini diikuti 60 orang peserta. Mereka datang dari berbagai UPT di seluruh daerah di Tanah Air, mulai Aceh sampai Papua. “Dengan perincian 27 orang dari Ditjen Perhubungan Laut, 20 orang dari Ditjen Perhubungan Udara,6 orang dari Ditjen Perhubungan Darat serta dari Kantor Pusat Kemenhub dan KNKT masing-masing 1 orang peserta,” urai dia.

Diklat Pimpinan IV ini untuk pertama kalinya menggabungkan dengan Diklat Management Outdoor Training (MOT) dan Diklat Teknis Transportasi (DTT). “Untuk pertama kalinya, Diklat Pimpinan IV digabung bahkan diklat MOT dan DTT merupakan prasyarat untuk mengikuti Diklat Pimpinan IV,” jelas Pepen.

“Diklat ini totalnya akan membutuhkan 893 jam, yanag meliptu diklat on campus dan dikat off campus atau kembali ke unit kerja masing-masing sekaligus untuk mengumpulkan dana dan menyusun program pembaharuan yang akan dilakukan setelah menyelesaikan diklat dan kembali unit kerja masing-masing,” tandas Pepen.

Diklat Pim IV Pepen

Beragam Infrastruktur Transportasi

Di sektor perhubungan laut misalnya, lanjut Tommy, Pemerintah akan membangun puluhan pelabuhan baru dan hampir 200 kapal negara, baik kapal patroli KPLP, Navigasi, kapal perintis sampai kapal ternak. Pembangunan serupa juga dilakukan di sektor perhubungan udara. Ada ratusan bandara akan dibangun atau ditingkatkan, terutama di daerah terdepan, terpencil. Di Papua saa, ada 54 bandara yang akan ditingkatkan,” jelas Tommy.

Untuk sektor transportasi darat, Kementerian Perhubungan akan mengambilaih pengelolaan terminal tipe A, yang jumlahnya ada sekitar 154 unit. Selain itu, akhir tahun 2016 pengelolaan jembatan timbang akan dikelola pemeirntah pusat.

“Pembangunan jaringan kereta api (KA) bukan hanya di Jawa dan Sumatera. KA Sulawesi kini sudah selesai dibangun 10 km ruas jalan, KA Kalimantan sduah ground breaking. Selanjutnya, di Papua, jaringan KA akan dibangun dari Sorong ke Manokwari. Semua harus diantisipasi dengan baik dan tugas BPSDM Perhubungan adalah mendidik dan menyiapkan orang-orang profesional yang dibutuhkan itu,” tegas Tommy.(helmi)

loading...