Angkasa Pura 2

Indonesia-India Jajaki Penerbangan Langsung Kedua Negara

Bandara KokpitSelasa, 16 Februari 2016
barata

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Indonesia dan India sepakat meningkatkan kerja sama di bidang penerbangan, sekaligus untuk menggairahkan industri pariwisata kedua negara.

Sejauh ini layanan penerbangan Indonesia-India harus melalui negara ketiga atau transit terlebih dahulu ke Bandara Changi di Singapura atau Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) di Malaysia.

“Dengan besarnya potensi jumlah penumpang dari India ke Indonesia dan sebaliknya, penerbangan langsung kedua negara dapat mendongkrak arus kunjungan turis ke Tanah Air,” kata Kabiro Informasi Dan Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Seperti diketahui, Menhub Jonan bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke India, sejak akhir lalu. Dalam kunjungan tersebut, telah membahas peluang kerja sama kedua negara khususnya di bidang transportasi dan pariwisata.

Menhub Jonan menyatakan bahwa kerjasama resiprokal dapat dilakukan pada jumlah slot penerbangan, bukan pada waktu operasinya. Hal ini dimaksudkan agar pihak manapun yang telah siap dapat langsung memulai operasinya. “Dengan model kerjasama demikian, tidak perlu menunggu pihak lainnya siap”, ujar dia.

Sementara pada pertemuan eksklusif dengan sekitar 20 tokoh bisnis India, Menhub menjelaskan bahwa tantangan pemerintah Indonesia saat ini adalah mengembangkan infrastruktur transportasi yang merata antara kawasan barat Indonesia dan kawasan timur Indonesia, selain juga pengembangan infrastruktur di wilayah perbatasan dan terpencil.

Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah telah menyusun program strategis untuk mengembangkan dan memodernisasi infrastruktur yang akan segera diimplementasikan di tahun 2016. Oleh karena itu, Menhub Jonan meyakinkan peserta bahwa program strategis tersebut dapat menawarkan kesempatan bagi para investor untuk turut berperan dalam pengembangan infrastruktur Indonesia.

Perserta diskusi sangat menyukai cara penyajian materi yang penuh keterbukaan dari Menhub Jonan. Mereka beranggapan bahwa Menhub Jonan merupakan sosok yang tepat sebagai penghubung kerjasama antar kedua negara. Setelah paparan dan tanya jawab, Menhub pun masih disibukan dengan pendekatan personal dari sejumlah peserta.

Selanjutnya pada Senin (15/2/2016), Menhub dan rombongan delegasi diagendakan menghadiri acara pertemuan dengan Menteri Negara Perkeretaapian India, mengunjungi Smart City di Gurgaon-Haryana yang terintegrasi dengan MRT (Mass Rapid Transit), serta menghadiri pertemuan dengan masyarakat Indonesia di India sebelum bertolak kembali ke Tanah Air pada Selasa (16/2/2016) malam.

India dipandang memiliki keunggulan di mana SDM banyak tersedia serta mempunyai keterampilan yang memadai, optimis, enerjik, dan fokus pada bidangnya. Lebih khusus lagi, banyak anak muda yang mampu memanfaatkan teknologi dilibatkan.

Dalam hal ini, Menhub sebagai special envoy yang ditunjuk oleh Presiden RI Joko Widodo bertugas menjadi penghubung antara Indonesia dan India untuk hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi, investasi, perizinan, ataupun hal lain yang menyangkut negara tersebut.(helmi)