Angkasa Pura 2

Gaet Mitra Untuk Prala Taruna

Wahid: PIP Makassar Gelar Road Show Ke Perusahaan Pelayaran

SDMRabu, 17 Februari 2016
Wahid tommy

PONTIANAK (BeritaTrans.com) – Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar terus menggelar road show ke perusahaan pelayaran untuk mencari mitra bagi para taruna yang akan mengikuti praktik layar (prala). Oleh karena itu, hubungan kerja sama dengan perusahaan pelayaran harus diintensifkan.

“Ke depan, target 75 persen taruna yang akan naik kapal, sudah mendapatkan tempat lebih dahulu,” kata Direktur PIP Makassar Ahmad Wahid, MT, M.Mar, kepada BeritaTrans.com di Pontianak, Selasa (16/2/2016) malam.

Strategi itu, lanjutnya, sesuai arahan dari Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH, M.Si, untuk mempercepat program diklat pelaut. Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas lulusan dan bisa lulus tepat waktu. “Dengan begitu, semua ditungkan dan mereka bisa lebih cepat kerja,” kata Wahid menirukan.

Pertama, road show dilakukan dengan perusahaan pelayaran nasional dan asing di Jakarta. “Kita mendapatkan komitmen untuk menampung 80 taruna,” kata Wahid.

Kedua, road show di Makassar, lanjut dia, PIP Makassar mendapatkan tambahan untuk 34 taruna. “Ketiga, akan dilakukan road show serupa di Surabaya dan kota-kota besar lain di Indonesia,” jelas Wahid lagi.

Tahun 2016 ini, papar dia, PIP Makassar akan memberangkatkan lebih dari 200 taruna untuk naik kapal mengikuti prala. “Oleh karena itu, Kampus PIP Makassar berusaha maksimal mencarikan tempat bagi mereka untuk berlatih dan praktek layar itu,” kilah Wahid.

Kebijakan proaktif pihak Kampus PIP Makassar diharapkan mampu mempermudah program akademik dan mempercepat program akademik. “Taruna cepat lulus, mereka bisa cepat bekerja. Selain itu, negara tidak rugi karena ada subsidi disana,” sebut Wahid.

“Jika taruna naik kapal tepat waktu, maka diharapkan bisa turun kapal secara bersamaan pula. Dengan begitu, program akademik semester berikutnya tidak terganggu,” tandas Wahid.

Konsekuensi semua itu, menurut Wahid, taruna tak boleh memilih dan mencari kapal sendiri. “Kampus PIP Makassar sudah menentukan kapal dan mereka tinggal naik kapal dan kelak bisa turun kapal menyelesaikan tugas sesuai jadwal,” urai Wahid.

Jika taruna menolak, tambah Wahid, justru akan terkena sanksi. “Pihak kampus mencari dan menentukan kapal untuk prala dengan pertimbangan terbaik. Jadi, aneh jika taruna menolak,” tegas Wahid.(helmi)