Angkasa Pura 2

Capt. Sahattua: Tim Penanggulangan Pencemaran Laut Harus Siap Operasi 24 Jam

DermagaKamis, 18 Februari 2016
Latihan_OSRT

JAKARTA (beritatrans.com) – Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok hari ini, Kamis (18/2/2016), baru saja menyelesaikan kegiatan familiarisasi peralatan dan pelatihan penanggulangan pencemaran di laut. Kegiatan yang dilakukan selama tiga hari dari sejak hari selasa (16/2/2016) itu ternyata merupakan yang pertama kali pelatihan sejenis di Indonesia untuk sebuah tim di darat. Bahkan tim itu sendiri baru pertama kalinya ada.

“Tim ini harus siap operasi 24 jam. Makanya harus melakukan drill and exercise secara kontinyu,” kata Kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok Capt. Sahattua P Simatupang, MM, MH saat menutup kegiatan faliarisasi peralatan dan pelatihan penanggulangan pencemaran laut di pantai Ancol Timur, Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Latihan_OSRT_2

Capt. Sahattua mengaku bangga kepada seluruh peserta pelatihan yang berasal dari 13 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang meskipun telah berlatih selama tiga hari tanpa henti, tetapi tetap semangat dan antusias, tanpa sedikitpun memperlihatkan kelelahan.

“Seperti kita ketahui, kegiatan ini merupakan implementasi dari prevention of pollution from ship atau Marpol Anex I tentang pencemaran oleh minyak yang telah diratifikasi pemerintah Indonesia sejak tahun 1986 lalu,” katanya.

Latihan_OSRT_1

Selain itu, sebagai anggota dewan organisasi maritim dunia atau International Maritime organization (IMO) kategori C, Indonesia memiliki kewajiban untuk turut aktif melindungi lingkungan maritim dari berbagai macam ancaman pencemaran akibat operasional kapal.

Potensi pencemaran di laut Indonesia sangat besar karena banyak terdapat anjungan minyak atau offshore di lepas pantai yang sewaktu-waktu dapat saja terjadi kecelakaan dan menumpahkan minyak ke laut seperti yang terjadi sekitar tahun 2010 pada anjungan minyak Montara.

Latihan_OSRT_3

“Makanya saya berharap tim ini menjadi tim pertama untuk menanggulangi tumpahan minyak secara nasional. Saya sudah berkomunikasi dengan Direktur KPLP dan secara lisan sudah disetujui. Sehingga tim ini menjadi tim penanggulangan pencemaran laut yang pertama yang ada di darat. Selama ini yang sudah ada adalah tim penanggulangan pencemaran laut di atas kapal,” tutur Capt. Sahattua. (aliy)