Angkasa Pura 2

Capt. Marihot: Poltekpel Surabaya Siap Didik Taruna & Layani Masyarakat

Dermaga SDMJumat, 19 Februari 2016
Capt. Marihot tekan tombol

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kampus Polteknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya Jawa Timur segera memiliki kapal latih taruna. Kapal tipe 1.200 tengan dibangun di PT Steadfast Marine, Pontianak, bersama lima kapal latih lainnya yang dipesan BPSDM Perhubungan.

Kapal latih akan digunakan sepenuhnya untuk mendidik taruna sekaligus membantu melayani masyarakat daerah terpencil.

Direktur Poltekpel Surabaya Capt. Marihot Simanjuntak bersama President Director (Predir) PT Steadfast Marine Rudy Kurniawan Logam telah mandatangani kerja sama pengadaan dan pembangunan kapal latih di Pontianak, Rabu (17/2/2016). Dalam nota perjanjian tersebut, kapal latih akan dibangun selama 25 bulan, atau akhir Desember 2017 sudah selesai dan diserahkan.

“Kita akan mempunyai kapal latih untuk taruna di Poltekpel Surabaya. Paling tidak, 100 taruna akan langsung bisa naik kapal untuk praktik laut (prala) sekaligus berlatih melayani masyarakat. Kapal tersebut rencananya akan dioperasiklan untuk melayani rute-rute perintis di berbagai daerah di Tanah Air,” jelas Capt. Marihot menajwab BeritaTrans.com.

Nakhoda senior itu menambahkan, prala merupakan salah satu kurikulum wajib bagi teruna pelayaran di Indonesia. “Pada tahun ketiga atau smester V-VI, mereka harus naik kapal. Dan selama ini, salah satu kendala bagi kita adalah kesulitan mendapatkan ruang kapal untuk berlatih bagi taruna. Dengan tambahan kapal latih itu diharapkan bisa meningkatkan kualitas diklat pelaut khususnya di Poltekpel Surabaya,” kilah Capt. Marihot.

Kepala BPSDP Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si mengatakan, prala atau praktik laut mutlak membutuhkan sarana kapal latih. Pada semester V-VI, mereka harus naik kapal selama setahun.

“Namun karena keterbatasan space kapal membuat waktu mereka naik kapal sampai turun dan menyelesaikan program itu tidak bersamaan waktunya. Terkadang ada taruna yang terlambat turun kapal sampai setahun lamanya,” sebut Tommy, sapaan akrab dia.

Akibatnya selanjutnya, papar dia, agenda pendidikan taruna pelaut di kampus berikut terganggu. Setelah turun kapal mereka harus membuat tugas, kemudian ujian bahkan mengikuti program redisiplin sebelum kembali masuk kuliah di semester VII-VIII.

“Agenda ini haris dijalani tepat waktu. Namun jika mereka terlambat naik kapal, maka selesainya dipastikan terlambat pula. Jeda keterlamnatan naik kapal inilah yang perlahan ingin diatasi dengan pengadaan kapal latih taruna tersebut,” tandas Tommy.

Kapal latih untuk taruna Poltekpel Surabaya, ke depan akan dioperasikan untuk melayani rute-rute perintis di sekitar kampus. Penempatan kapal di rute perintis itu nanti dikoordinasikan dengan Ditjen Perhubungan Laut sebagai regulator.

“Kapal dari Poltekpel Surabaya bisa melayani rute perintis dari Surabaya ke arah timur seperti Bali, NTB dan NTT bahkan Maluku Tenggara. Semua akan ditentukan kemudian,” kilah Tommy.

Menanggapi rencana penugasan di rute perintis itu, Capt. Marihot menyatakan siap. “Selama pimpinan menugaskan, kita harus siap. Apalagi, kapal latih sudah ada dan taruna juga butuh waktu dan tempat untuk berlayar. Jadi bak gayung bersambut. Kita akan siap melaksanakan tugas melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” kilah Marihot.

Seperti arahan Menhub Ignasius Jonan dan Kepala BPSDM Perhubungan Tommy, kini zaman sudah berubah. Seluruh insan perhubungan harus bisa merubah mindset atau pola fikir dan bisa melayani dengan baik.

“Kita harus profesional bekerja sekaligus mempunyai jiwa dan sikap melayani yang terbaik ke masyarakat. Kebiasaan melayani dengan baik itulah yang harus dididik dan ditanamkan sejak dini saat mereka taruna di kampus,” tegas Tommy.(helmi)

loading...