Angkasa Pura 2

Donor Organ Tubuh Orang Yang Meninggal Karena Kecelakaan

Rubrik Iskandar AbubakarJumat, 19 Februari 2016
IMG_1675 copy-2

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Salah satu pendekatan mengatasi tingginya kebutuhan organ adalah dengan memanfaatkan korban yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas sebenarnya dapat mendonorkan organ tubuh yang masih bisa dipergunakan.

Organ yang didonorkan itu dapat menyelamatkan penderita penyakit tertentu yang membutuhkan organ yang ditransplantasikan ke dirinya.

Salah satu topic penting dalam Workshop Organisasi Kesehatan Dunia/WHO RTAG-RTI Subcommittee Meetings for Road Safety Advocacy and Collaboration, and Action Plan & Implementation, 9 – 11 February 2016, Colombo, Sri Lanka yang kami hadiri adalah pemanfaatan donor organ dari korban kecelakaan.

Di Indonesia sekitar 28 ribu sampai 30 ribu orang menrnggutkan nyawa di Jalan dimana 20 ribuan adalah pengguna motor. Pengguna motor umumnya merupakan pengemudi yang masih muda dan sehat sehingga kualitas organ yang didonorkan masih sangat baik.

Berdasarkan kajian yang dilakukan sekitar 12 persen dari korban pengendara sepeda motor yang meninggal dapat dijadikan pendonor untuk 2 atau 3 organ. Sedang untuk korban kecelakaan mobil hanya 4 persen.

Biasanya donor organ yang baik berasal dari korban yang meninggal karena cedera otak dan secara klinis dinyatakan bahwa otak sudah mati. Korban cedera otak ini sebagian besar terjadi pada pengendara motor yang tidak menggunakan Helm.

Pada gambar ditunjukkan bahwa ada 8 organ yang bisa didonorkan. Kedelapan organ bisa menyelamatkan nyawa 8 orang. Belum lagi jaringan/tissue yang bisa didonorkan seperti kulit, cornea mata, tulang, klep jantung dan lainya.

Untuk bisa memanfaatkan organ yang masih bisa digunakan harus mendapatkan pernyataan kesediaan korban untuk mendonorkan organ tubuhnya. Kesediaan penggunaan organ tubuh harus dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya.

Oleh karena itu perlu disiapkan suatu system untuk bisa memanfaatkan organ korban kecelakaan dengan mendata pengemudi yang bersedia mendonorkan organ tubuhnya.

Pendataan tersebut bisa dilakukan pada saat masyarakat mengurus pembuatan SIM ataupun pada saat perpanjangan SIM. Dengan demikian semua pengemudi bisa dijaring kesediaan untuk menjadi donor dalam waktu 5 tahun.

Data dimasukkan kedalam data base yang bisa diakses oleh rumah sakit dimana korban kecelakaan meninggal Kemudian organ yang bisa dipergunakan diambil dan disimpan di Bank Organ untuk kemudian dipergunakan oleh orang yang membutuhkannya.

Iskandar Abubakar, Mantan Dirjen Perhubungan Darat, Ketua GRSP-Indonesia @iskandarabu