Angkasa Pura 2

Tommy: Akhir Februari Tiga Pesawat Latih Akan Tiba di STPI

Kokpit SDMFriday, 19 February 2016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si menegaskan, 51 kapal latih yang dibeli dari Amerika Serikat (AS) akan tiba secara bertahap ke Indonesia. Pesawat tersebut paling banyak akan ditempatkan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug.

“Pekan keempat atau akhir Februari 2016 ini, akan tiba pesawat yang pertama ke Indonesia. Pesawat latih itu sudah dalam perjalanan ke Tanah Air,” kata Tommy, sapaan akrab di menjwab BeritaTrans.com di Jakarta, Jum’at (19/2/2016).

Pesawat latih tersebut mempunyai kecepatan jelajah terbatas, lanjut Tommy, sehingga dibutuhkan waktu 10 hari untuk sampai di Bandara Budiarto, Curug, Tangerang Banten. Pesawat terbsebut akan ditempatkan di STPI.

Dalam dua tahun ke depan, menurut Tommy. 51 pesawat latih itu akan sampai di Indonesia semua. Pesawat latih itu meliputi 45 pesawat sinle angine, 5 pesawat multiengine dan satu helicopter. “Pesawat tersebut paling banyak akan ditempatkan di STPI, termasuk bandara setelit tempatnya berlatih seperti di Lampung, Palembang, Rengat Riau dan Cilacap Jawa Tengah,” jelas Tommy.

Selain itu, papar Tommy, pesawat latih baru juga akan dtempatkan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BPPP) Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan begitu, dua sekolah penerbangan tersebut bisa maksimal mendidik taruna penerbangan mereka bisa menyelesaikan program diklat selama 18 bulan atau maksimal 25 bulan sudah diwisuda.

Sementara, BPPP Banyuwangi sendiri akan mempunyai tiga satelit latihan terbang masing-masing di Bandara Notohadinegoro Jember, Bandara Trunojoyo Madura dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

”Dengan penambahan pesawat latih baru nanti, kampus BPPP Banyuwangi diharapkan bisa melaksanakan diklat calon pilot tepat waktu. Kendata seperti erupsi Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Raung yangs empat menghambat latihan terbang taruna BPPP Banyuwangi misalnya, maka latihan terbang taruna bisa dialihkan ke bandara yang lebih aman,” tegas Tommy.(helmi)