Angkasa Pura 2

Catur: Dua Lulusan API Madiun Siap Direkrut PT MRT Jakarta

Emplasemen SDMMinggu, 21 Februari 2016
API Madiun Catur3

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Akademi Perkeretaapian Madiun (API) bulan Juni2016 akan menandatangani nota kerja sama dengan PT Mass Rapit Transit (MRT) Jakarta. MRT akan merekrut dua angkatan lulusan API untuk bekerja di salah satu BUMD Pemprov DKI Jakarta itu.

“MRT butuh lulusan API sampai 1.500 orang lebih. Tapi, kita sampai kini baru mendidik taruna untuk dua angkatan pertama, masing-masing 120 orang per tahun. Untuk dua luusan pertama nanti, akan langsung direkrut PT MRT Jakarta,” kata Direktur API Madiun, Catur Wicaksono, ATD, MT kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (20/2/2016).

Menurutnya, kebutuhan tenaga terampil bidang kereta api (KA) di Tanah Air akan semakin tinggi. Selain mengantisipasi kebutuhan SDM PT KAI, operator transportasi berbasis rel seperti MRT Jakarta, KA Sulawesi dan KA Kalimantan semua pasti akan membuuthkan SDM sektor kereta api itu.

Oleh karena itu, menurut Catur, API Madiun bersama empat BUMN terkait KA seperti PT INKA Madiaun, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT Len Industri membentuk tim khusus untuk membantu merumuskan materi pendidikan, meningkatkan kualitas dosen dan lainnya secara berkelanjutan.

“Saat ini, tim gabungan itu tegah berkumpul di Yogyakarta untuk membahas kemajuan dan peningkatakan kualitas lulusan API Madiun,” kilah Catur.

Dia menambahkan, kendati prospek lusuan API Madiun cukup bagus, namun bukan berarti tidak ada tantangan dan hambatan. Mulai berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2016 ini, tantangan makin berat.

“Bukan hanya SDM lokal, tapi bangsa Indonesia harus siap dengan serbuan tenaga kerja asing yang siap masuk Indonesia. Bukan tidak mungkin, mereka mempunyai kemampuan dan kualifikasi lebih baik dari kita,” aku Catur.

Oleh karena itu, menurut Catur, API Madiun berkomitmen untuk terus membenahi dan meningkatkan kualita diklat guna menghasilkan lulusan yang semakin baik lagi. “Mereka harus lebih profesional dan siap bersaing baik di tataran nasional dan global,” tandas Catur.

Pada kesempatan terpisah, Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH, M.Si seluruh taruna transportasi termasuk dari API Madiun untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan dirinya. “Mereka harus siap menghadapi tantangan global, termasuk era berlakunya MEA di tahun 2016 ini,” tandas Tommy.

Sekolah-sekolah transportasi, menurut Tommy, harus terus menyesuaikan diri dan meningkatka kualitas diklat agar mampu menghasilkan lulusan yang lebih baik. “Are MEA sudah berlaku, dan semua lulusan sekolah transportasi BPSDM Perhubungan harus siap bekerja dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja atau lonk and match,” terang Tommy.

“Sekolah-sekolah BPSDM Perhubungan tak boleh mencetak pengangguran. Oleh karena itu, materi dan konten kurikulum pendidikan harus terus di-up date disesuai dengan dinamika dan kebutuhan dunia usaha. Dengan begitu, lulusan sekolah transportasi akan selalu siap bekerja sesuai kebutuhan dunia usaha,” tegas Tommy.(helmi)