Angkasa Pura 2

Bus Transjakarta Grogol – Depok Sepi Penumpang

KoridorSelasa, 23 Februari 2016
090918920150907-074349780x390.jpg.cf

DEPOK (BeritaTrans.com) - Setelah lima bulan beroperasi, bus Transjabodetabek jurusan Depok-Grogol sampai kini, tetap sepipenumpang dan belum mampu menarik minat warga Depok.

Setiap keberangkatan dari Terminal Depokdi Jalan Margonda, bus hanya diisi rata-rata lima penumpang saja.

Begitu juga sebaliknya, saat bus datang ke Terminal Depok. Padahal, kapasitas bus mencapai 75 orang.

Karenanya dari 5 bus yang dioperasikan sejak awal diluncurkan 7 September 2015 lalu, kini hanya 3 bus saja yang beroperasi setiap harinya di jurusan Depok-Grogol.

Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) selaku pengelola Transjabodetabek berjanji akan mengoperasikan 28 bus di trayek Depok-Grogol ini.

Sepinya penumpang Transjabodetabek Depok-Grogol ini diakui oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Gandara Budiana, seperti dikutip warta kota, kemarin.

Menurutnya salah satu faktor yang membuat warga tidak tertarik adalah tidak pastinya keberangkatan bus.

“Keberangkatan bus, menunggupenumpangnya ada. Ini bikin warga enggan naik,” kata Gandara.

Menurutnya jika keberangkatan bus dipastikan, misalnya setiap 15 menit atau 30 menit, kemungkinan perlahan-lahan masyarakat akan tertarik.

“Ini juga karena bus Transjabodetabek yang dioperasikan sedikit. Jadi jam keberangkatan tidak dijaga sehingga warga gak mau naik bus itu. Kalau jadwal keberangkatan itu bisa dijaga, lama-lamapenumpangnya akan ramai,” kata Gandara.

Ia menuturkan dengan rata-rata hanya 5penumpang saja, maka otomatis hal itu menjadi tidak menarik bagi awak angkutan bus Transjabodetabek dan pengelola.

“Dengan hanya 5 orang sekali jalan dengan tarif Rp 9000 perorang maka Pendapatan bus itu hanya Rp 45 ribu sekali jalan. Kalau 3 kali jalan sehari, hanya dapat uang Rp 135 ribu. Gak akan menutup bayar tol dan BBM,” katanya.

Gandara mengatakan dikuranginya bus yang beroperasi karena siang haripenumpang sangat sepi. Bus harus menunggu berjam-jam sampai penumpangada minimal 3 orang atau 5 orang.

“Sebenarnya masih terbantu karena di jam berangkat dan pulang kerja,penumpangnya masih lumayan ramai,” kata Gandara. Walaupun jumlahnya kata dia tidak sampai 20 orang.

Sementara Kepala UPT Terminal DepokEndang Wahyu mengatakan sepinyapenumpang Transjabodetabek membuat sejumlah sopir bus itu mengeluh.

Ia menduga sepinya penumpang karena warga lebih tertarik menggunakan moda transportasi lain, seperti kereta api dan sepeda motor.

“Apalagi dari Depok ini kereta apinya sangat diminati,” katanya.

Selain itu kata dia, warga Depok yang menuju Grogol atau Cawang yang dilintasi Transjabodetabek sepertinya lebih memilih motor.

“Kalau bawa motor sendiri bisa mobile kemana-mana, apalagi sekarang sudah ada ojek online dengan tarif yang terjangkau,” katanya.

Selain itu kata dia, sepeda motor membuat perjalanan lebih cepat dibanding Transjabodetabek.

“Dengan sepeda motor waktu tempuh dari Depok ke Grogol hanya sekitar 1,5 atau 2 jam. Lebih singkat dibandingkan dengan Transjabodetabek yang bisa mencapai waktu 3 jam lebih, apalagi kalau macet,” kata dia.

Selain itu kata dia waktu untuk menunggu kendaraan ada atau bahkan berjalan juga dirasakan lama. “Sehingga banyak yang tidak mau naik bus Transjabodetabek Grogol-Depok, ” katanya.

Saat ini, kata dia, sebenarnya bus Trans Jabodetabek yang beroperasi berjumlah lima unit. Tarif yang diberlakukan adalah Rp 9.000.

Namun entah mengapa yang beroperasi saat ini hanya sekitar 3 saja setiap harinya.

“Kalau Transjabodetabek swasta, mungkin sudah tidak mampu untuk menutupi biaya operasionalnya,” kata dia.

Sebab satu bus katanya sehari paling banyak tiga rit.

“Rencananya untuk menarik minatpenumpang, tarifnya akan diturunkan dari Rp 9.000 menjadi Rp 6.000. Tapi belum tahu juga pastinya,” kata Wahyu.

Selain itu kata dia ada pula rencana menambah jumlah armada menjadi 28 unit seperti rencana sebelumnya atau lebih. “Tapi mungkin akan dilihat kembali karena masih sangat sedikit sekali penumpangyang naik bus ini,” katanya.

Pantauan Warta Kota, Selasa, bus Transjabodetabek yang berangkat dariTerminal Depok mesti menunggu lama sampai 2 jam lebih untuk mendapatkan hanya 5 penumpang saja, Selasa sekira pukul 15.00. Belum lagi, untuk keluar dariTerminal Depok yang padat, bus membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

“Saya sudah satu jam di dalam bus, baru busnya jalan. Belum jalan karena nunggu satu dua penumpang saja,” kata Ahmad, yang hendak ke rumah kerabatnya di Cawang, Jakarta Timur.

Menurutnya untuk ke tujuannya dengan naik Transjabodetabek sebenarnya simpel. Namun lamanya waktu menunggu diakuinya membuat penumpang bisa bosan. “Tapi saya gak buru-buru kok. Malahan senang, kalau busnya sepi. Lega dan nyaman, dan ber AC lagi,” kata dia. (anky).