Angkasa Pura 2

PPNS Ditjen Hubud Berhasil Membawa Kasus Mario Ambarita Ke PN Pekanbaru

Bandara Kokpit SDMSelasa, 23 Februari 2016
Mario Ambarita1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berhasil menyelesaikan penyidikan dan penyelidikan kasus Mario Ambarita, yang menyusup dan naik ke roda pesawat terbang Garuda Indonesia dari Pekanbaru sampai ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang Banten.

“Kasus itu sekarang sudah disidangkan dengan terdakwa Mario Ambarita. Dia telah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Riau,” kata Asep Susanto, salah satu PPNS Kemenhub dalam Kasus Mario Ambarita kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Geliat PPNS Ditjen Perhubungan Udara itu, lanjut dia, layak diapresiasi sekaligus membuktikan mereka bisa bekerja dengan baik. PPNS khususnya di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara mampu bekerja profesional dan menyelesaikan penyidikan satu kasus pelanggaran UU Penerbangan sampai tuntas.

“Penyidikan kasus Mario Ambarita sempat diwarnai larinya tersangka dari dari sel tahanan. Berbagai kasus yang dulu sempat memandang skeptis kasus itu bisa diselesaikan dan bisa diajukan ke persidangan. Kita mampu membuktikan dengan kerja yang baik. Berkas kasus Mario Ambari sudah lengkap dan kini memasuki tahap persidangan,” jelas Susanto menambahkan.

Dalam kasus itu, papar Susanto, Mario Ambarita dijerat dengan delik pidana, khususnya pasal 420 UU No.1 tahn 2009 tentang Penerbangan.

Dikatakan Susanto, untuk melengkapi berkas Mario Ambarita, pihak PPNS bukan hanya memeriksa dan mengorek pengakuan terdakwa. Tapi juga melengkapi dengan keterangan beberapa saksi ahli, dari berbagai bidang terkait.

Penyidik Marioo

“Saksi ahli kami antara lain dari psikiater, ahli pengoperasian pesawat udara dan ahli keamanan penerbangan. Dengan begitu, berkas perkara yang diajukan PPNS Kemenhub itu sudah lengkap,” terang Susanto.

Kini proses hukum tengah berjalan di PN Pekanbaru, Riau. Semua pihaknya hendaknya bersabar. “Penyidik sudah melakukan tugasnya dengan baik, jaksa yang menuntut dan selanjutnya hakim akan menentukan apa sanksi yang tepat untuk terdakwa,” tegas Susanto.(helmi)