Angkasa Pura 2

Sidak Ke Merak, Sugeng Wibowo Periksa Peralatan Keselamatan Kapal Roro Windu Karya Dwintya

Dermaga SDMSelasa, 23 Februari 2016
2016-02-23 13.39.47

MERAK (BeritaTrans.com) – Direktur Perkapalan dan Kepelautan (Dirkappel) Ir. Sugeng Wibowo menggelar pemeriksaan atau inspeksi mendadak (sidak) alat-alat keselamatan kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (23/2/2016).

Sugeng tiba di Pelabuhan Merak sekitar jam 10.00. Setelah singgah di Kantor KSOP Merak, tim langsung menuju ke Kantor ASDP Cabang.

Sugeng ditemani dua marine inspector masing-masing Capt. Ari Wibowo, M.Mar dan Capt. Dhiki Zullkarnaen, langsung menuju ke KM Windu Karsa Dwintya yang dioperasikan PT Windu Kencana.

2016-02-23 13.39.22

Hampir semua ruangan kapal ditinjau dan diperiksa, termasuk kamar anak buah kapal (ABK). Sugeng Wibowo langsung meninjau ruang kemudia dan ditermua nakhoda Capt. Cahyadi, mualim I Suparman, serta pemilik kapal Togar Napitupulu, dari PT Windu Kencana.

IMG_20160223_133423

Ruang anak buah kapal (ABK) pun tak luput dari pemeriksaan pejabat eselon II Ditjen Perhubungan Laut itu. Saat melinhat bed caver yang kusut pun tak luput dari perhatian dia.

“Tolong dicuci itu. Berapa lama bed cover diganti,” tanya Sugeng sambil berlalu memriksa bagian kapal lainnya.

IMG_20160223_133432

Akhirnya sampai pada inti kunjungan, Sugeng dan tim memeriksa alat-alat keselamatan mulai jaket pelampung, liferaft, skoci sampai alat pemadam kebakaran.

“Ini pemeriksaan rutin, untuk memastikan alat-alat itu bisa dipakai secara bagus. Dia langsung meminta alat pemadam kebakaran terutama di deck atas dengan mobil dan dexk bawah,” jelas Sugeng.

Semua selang air ini, menurut dia, harus dipastikan bisa digunakan dengan baik. ABK yanga bertugas juga harus sigap dan bisa mengoperasikan dengan baik.

“Oleh karenanya, kita cek satu persatu untuk memastikan semua alat bisa digunakan,” kata Sugeng di sela-sela sidak tersebut.

IMG_20160223_133344

Dia menambahkan, semua kapal yang melayani angkutan terutama penumpang dan barang harus dilengkapi alat-alat keselamatan.

“Jumlahnya haru sesuai dengan jumlah penumpang dan ABK yang dibawa. Bila perlu ada tambahan 10 persen, sebagai cadangan,” tegas Sugeng.(helmi)