Angkasa Pura 2

Sutaji Sesalkan Sikap Koperasi Tidak Ajak STKBM Pelabuhan Tanjung Priok Membahas Upah Tahun 2016

DermagaSelasa, 23 Februari 2016
20151205_102239.jpg.cf

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Pelabuhan Tanjung Priok menyesalkan sikap Koperasi TKBM yang tidak melibatkan serikat pekerja dalam pembahasan upah TKBM 2016.

Sekjen STKBM Sutaji mengatakan sikap koperasi tersebut bertentangan dengan UU No13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Keputusan Menhub (KM) 35 Tahun 2007 tentang pedoman perhitungan tarif pelayanan jasa bongkar muat barang dari dan ke Kapal.

Dalam pasal 91 UU Ketenagakerjaan disebutkan : pengaturan pengupahan atas kesepakatan antara pengusaha dan pekerja /buruh tidak boleh lebih rendah dari ketentuan pengupahan yang ditetapkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara, dalam KM 35/2007 pasal 3 ayat (1) huruf a disebutkan menghitung biaya bagian tenaga kerja bongkar muat dilakukan bersama sama oleh perusahaan bongkar muat (PBM) dengan Koperasi TKBM beserta Serikat Pekerja TKBM/Serikat Buruh TKBM.

Sutaji mengatakan mengacu kepada UU Ketenagakerjaan mau pun KM 35 /2007, Serikat pekerja TKBM harus dilibatkan dalam membahas upah TKBM sampai penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). “Ini sudah kita lakukan selama ini kecuali pada pembahasan upah 2016 kita ditinggalkan oleh koperasi,” tutur Sutaji.

“Kita akan undang pengurus Koperasi TKBM untuk mempertanyakan masalah tersebut,” tegas Sutaji kepada Berita Trans.com dan tabloid mingguan Berita Trans, Selasa (23/2/2016).

UPAH KESEPAKATAN

Sementara itu General Mannager (GM) Koperasi TKBM, Sutejo dihubungi terpisah mengatakan upah TKBM 2016 sudah disepakati oleh PBM/JICT/Koja dan Koperasi TKBM.

Untuk upah TKBM di JICT/Koja/Graha Segara Rp166.000/TKBM/Shift dan upah TKBM terminal konvensional dan MAL Rp 164.000/TKBM/Shift. Sementara upah mandor ditambah 30 % dari upah TKBM. (wilam)