Angkasa Pura 2

Kepala OP Priok: Dana Kompensasi Untuk Rasionalisasi TKBM Lansia Tersendat

DermagaKamis, 25 Februari 2016
IMG-20160222-WA0003_resized-1

JAKARTA (BeritaTrans.com)-Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok , Capt.Arifin Soenardjo mengakui program rasionalisasi (pengurangan) Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) lanjut usia (lansia) di Pelabuhan Tanjung Priok sekarang ini kurang berjalan lancar.

Pasalnya, dana kompensasi untuk TKBM terkena rasionalisaai (usia 56 tahun ke atas) baik dari Pelindo II mau pun Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) agak tersendat seiring dengan kegiatan di pelabuhan setempat sedang mengalami kelesuan.

Arifin mengatakan dalam program rasionalisasi TKBM, Pelindo II membantu dana Rp 20 juta dari Rp 28,5 juta uang pesangon untuk setiap TKBM dirasionalisasi, katanya kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans via WhatsApp, Kamis (25/2/2016) pagi.

Sementara Rp 8,5 juta berasal dari dana koperasi TKBM yang dipungut dari Perusahaan Bongkar Muat (PBM/APBMI) setiap minta tenaga buruh (anvragh) dengan perhitungan Rp1.000/TKBM/Shift.

Dia mengatakan sebenarnya program rasionalisasi TKBM lanjut usia yang digulirkan tahun 2003 tujuannya cukup baik yaitu agar produktivitas TKBM tetap tinggi karena masih berusia produktif.

Selain itu untuk menciptakan jumlah TKBM yang seimbang dengan volume pekerjaan yang ada di pelabuhan. Dengan tujuan agar tiap buruh bisa bekerja rata-rata 20 hari dalam sebulan. Sementara saat ini setiap buruh rata rata hanya bekerja 13 sampai 14 hari dalam sebulan.

Menurut catatan BeritaTrans.com masih sekitar 540 dari 2600 TKBM Pelabuhan Priok yang masuk daftar rasionalisasi karena berusia lebih 56 tahun.

Masih menurut catatan BeritaTrans.com, tersendatnya program rasionaliaasi TKBM usia lanjut sudah beberapa kali terjadi. Beberapa tahun lalu, program rasionalisasi ini juga sempat tersendat ketika Jamsostek menaikkan uang jaminan (klaim) bagi peserta sehingga banyak TKBM menolak di-rasionalisasi karena mengharapkan uang dari jamsostek.

Awal tahun 2016 lalu, Suparmin saat itu sebaggai General Manager Koperasi TKBM, mengatakan banyak TKBM usia diatas 56 tahun lebih memilih tetap menjadi buruh ketimbang dirasionalisasi dengan uang pesangon Rp 28,5 juta/TKBM.

padahal, kata Suparmin saat itu, Pelindo II sudah mengalokasikan dana tiap tahun untuk rasionalisasi 250 TKBM dengan target selesai tahun 2017 sehingga jumlah TKBM yang ideal nantinya hanya sekitar 2000 an dengan usia masih produktif. (wilam)

Komentar ditutup.