Angkasa Pura 2

Tiga Pesawat Latih Baru Tiba Di STPI Curug

Kokpit SDMJumat, 26 Februari 2016
Pesawat latih1

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Tiga pesawat latih taruna yang dipesan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) mulai tahap pertama tiba di Bandara Budiarto, Curug, Tangerang, Banten, Jumat (26/2/2016). Pesawat latih itu kini berada di hanggar pesawat latih milik STPI Curug.

Setibanya di Bandara Budiarto, langsung disambut dan dilakukan prosesi “pecah kendi” berisi air kembang sebagai lambang doa dan permohonan keselamatan oleh Ketua STPI Ir. Yudhi Sari Sitompul,MM didampingi pimpinan dan taruna di Koleks STPI Curug.

Proses pecah kendi ini dilakukan dihanggar saat pesawat itu diparkir setelah sekitar 10 hari melakukan penerbangan dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia.
Pemecahan kendi dilakukan tepat dihidung pesawat latih itu, sebagai selamat dan doa untuk keselamatan saat digunakan untuk latihan bagi taruna penerbangan STPI mendatang.

Pesawat latih tersebut di bagia ekor sudah ada logo Kementerian Perhubungan. Sedang di bagian atas ekornya, ada Bendera Merah Putih, ukuran kecil. Kini, tinggal menuggu Nomor PK serta sertifikat refgrustrasi dari Kementerian Perhubungan sebagai otoritas penerbangan sipil nasional.

Pesawat tersebut diterbang oleh pilot berkebangsan Amerika Serikat (AS). Salah satunya pilot Cat.Joe, yang menerbangkan langsung pesawat latih itu dari AS melalui beberapa negara sebelum tiba di Bandara Budiarto, Curug, Banten.

Kabag Administarsi Umum dan Humas STPI Drs. Ahmad Bahrawi saat dihubungi BeritaTrans.com, Jumat (26/2/2016) membenarkan kedatangan tiga pesawat latih tersebut.

“Sayang, saat ini belium bisa dioperasikan untuk atihan terbang taruna, sebelum mendapat nomor PK dan nomor regristrasi dari Kementerian Perhubungan sebagai regulator,” kata Bahrawi.

Pesawat tersebut, lanjut Bahrawi, akan dilakukan proses administrasi untuk memperoleh certificate of regristation ke Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Selanjutnya akan mendapatkan Nomor PK dari otoritas penerbangan sipil nasional. “Setelah itu, baru bisa dioperasikan untuk pesawat latih taruna,” jelas Bahrawi.

Pesawat latih2

Sebelumnya Ketua STPI Ir. Yudhi Sari Sitompiul,MM mengatakan, dengan datanya pesawat latih baru nanti, maka proses diklat taruna penerbangan harus selesai dalam 18 bulan, atau maksimal dua tahun sudah dilantik menjadi pilot.

“Sesuai arahan Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Sstrio Utomo, SH, M.Si, pendidikan dan latihan pilot baru mulai 2015 harus selesai tepat waktu, yaitu 18 bulan. Maksimal dua tahun mereka harus sudah dilantik menjadi pilot dengan ratting civil pilot lisence (CPL),” jelas Yudhi.

Menurutnya, pesawat latih tersebut akan datang bertahap ke STPI Curug. Nanti, selain di Kampus STPI Curug, pesawat latih itu akan ditempatkan di BPPP Banyuwangi, beberapa base station Stpi di Reat, Palembang, Bandar Lampung serta Cilacap.

“Dengan penambahan alat latih tersebut, proses diklat makin cepat dan taruna tak harus antre untuk terbang. Sebelum lulus dan dilantik, minimal harus mengantongi 200 jam terbang,” tegas Yudhi.(helmi)