Angkasa Pura 2

Badan Litbang Perhubungan Mulai Sosialisasi Survei ATTN Tahun 2016

LitbangMinggu, 6 Maret 2016
Elly_Zulfikri

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan mulai melakukan sosialisasi survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) Tahun 2016. Pekan lalu, sosialisasi dilakukan di kota Bandung Jawa Barat. Selain di kota Bandung, Badan Litbang Perhubungan juga akan melakukan sosialisasi ATTN Tahun 2016 di beberapa kota besar di Indonesia.

“Sosialisasi survei ATTN Tahun 2016 ini dilakukan secara maraton selama bulan Maret 2016 ini, sebab pada bulan April 2016 mendatang proses survei ATTN sudah dimulai,” kata Kepala Badan Litbang Perhubungan DR. Elly Adriani Sinaga, M.Sc., kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Elly mengatakan, sektor transportasi berperan penting dalam menunjang pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Meskipun demikian pelayanan transportasi harus efektif dan efisien, sehingga diperlukan penetapan kebijakan dan perencanaan yang tepat serta didukung oleh data yang akurat dan valid.

“Salah satu data yang dibutuhkan adalah data pergerakan asal dan tujuan barang,” kata Elly.

Data asal tujuan transportasi barang menggambarkan demand pergerakkan barang di masyarakat. Data tersebut digunakan sebagai bahan analisis untuk merumuskan kebijakan transportasi dalam memfasilitasi demand pergerakan barang. Data asal tujuan transportasi barang digunakan dalam analisis kebijakan transportasi agar tercipta pergerakan barang yang lancar (cepat), murah, aman, hemat energi dan ramah lingkungan, sehingga pelaku ekonomi dapat berkembang dan target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai.

“Data asal tujuan transportasi barang juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak sebagai dasar perumusan kebijakan dari berbagai sektor,” tuturnya.

PadaTahun 2016 Survei ATTN barang dilaksanakan di seluruh Indonesia pada mulai April hingga Mei 2016. Survei ini melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi dan dewan pakar transportasi Badan Litbang Perhubungan.

Sedangkan calon responden ATTN adalah pelaku ekonomi yang mengetahui dan memahami informasi berkaitan dengan pergerakan barang, seperti pemilik barang (produsen & non produsen) dan pengelola pergerakan barang (pelaku jasa logistik).

Adapun informasi yang akan dihimpun melalui survei ATTN ini terbagi dalam empat kelompok yaitu kelompok produsen, kelompok non produsen, kelompok pelaku jasa logistik retail, dan kelompok jasa logistik dedicated.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda Ir. Zulfikri, M.Sc, DEA. Mengatakan, survei ATTN tahun 2016 ini merupakan periode yang kelima dari survei sejenis yang dilakukan oleh Badan Litbang Perhubungan. Periode survei ATTN pertama dilakukan pada tahun 1995/1996, periode kedua tahun 2001, periode ketiga tahun 2006, dan periode keempat tahun 2011.

Survei ATTN pada periode kelima ini mengalami perubahan metode survei yang sangat mendasar, yakni selain menggunakan teknik wawancara, e-survei, dan survey pos, Badan Litbang Perhubungan juga akan menggunakan metode big data.

“Metode big data ini telah banyak dilakukan oleh negara-negara lain dan hasilnya lebih lengkap juga akurat,” kata Zulfikri.

Dalam metode survey wawancara, Badan Litbang menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ). Sebab, dua instansi ini memiliki kewenangan untuk memberhentikan kendaraan di jalan raya.

Sedangkan survey big data, petugas survei akan lebih banyak menggunakan data telepon seluler yang terdapat di setiap provider telepon seluler di Indonesia. Dengan metode seperti ini pola pergerakan penumpang dapat diketahui secara real time dan sepanjang tahun.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia,” kata Zulfikri. (aliy)

loading...