Angkasa Pura 2

Eko: Disnav Tanjung Priok Langsung Ganti Mooring Buoy Yang Hilang

DermagaMinggu, 6 Maret 2016
Menara_Suar_Cikoneng_Eko_beritatrans

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tak mau ketinggalan, aparat Distrik Navigasi (Disnav) Kelas I Tanjung Priok Jakarta bertindak cepat memasang mooring buoy baru di alur Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta yang hilang dicuri orang.Aparat Disnav Tanjung Priok terus memasang jika ada yang hilang atau memperbaiki jika rusak.

“Ini bagian tugas kami, Disnav Tanjung Priok untuk menjaga, merawat termasuk mengganti jika hilang salah satu sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP),” kata Kepala Disnav Eko Hadirumekso kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Dalam Operasi Keamanan yang dilakukan Syahbandar Utama Tanjung Priok, menurut Eko, Disnav Tanjung Priok menurunkan dua kapal, masing-masing KN Miladius dan KN Rakata. “Kapal itulah yang diturunkan untuk bersama-sama mengamankan dan melakukan recovery mooring buoy yang hilang dan memasang panggantinya tadi,” aku dia.

Berangkat dari pangkalan Disnav Tanjung Priok di Kalijapat Tanjung Priok, Eko dan staf naik KN Miladius langsung menuju ke titik bouy enam, lokasi SBNP itu berada, tepat di depan pintu masuk kolam pelabuhan terbesar di Indonesia itu. “Di sana kami menerima serah terima mooring buoy dari KN 424 serta KN 356 milik KPLP Tanjung Priok yang dipimpin Kepala Syahbandar Tanjung Priok Capt. Sahattua P.Simatupang, MM., MH,” tukas Eko.

Menurut Eko, mooring buoy lama akan langsung dibawa ke bengkel Disnav Tanjung Priok untuk dilakukan perbaikan dan melengkapi alat-alat seperti lampu, accu dan lainnya. “Buoy ini selanjutnya akan dijadikan cadangan untuk mengganti jikla ada kerusakan. Butuh waktu sekitar satu minggu untuk memperbaiki buoy tersebut,” papar Eko.

Pemasangan mooring buoy yang baru dilakukan kru KN Rakata, salah satu kapal Disnav Tanjung Priok Jakarta. “Petugas kami langsung bekerja di lapangfan dan mengganti mooring buoy yang hilang itu. Paling hanya butuh waktu 30 menit sudah selesai. Intinya adalah memasang rantai buoy dan mengisi ballas. Pasalnya, mooring buoy itu sudah dipasang dalam bentuk utuh tinggal menaruh ditempat saja,” kilah Eko.

Orang nomor satu di Disnav Tanjung Priok itu menyampaikan apresisi yang setinggi-tingginya atas kerja sama semua pihak dibawah pimpinan Capt. Sahattua. “Hanya dengan kerja sama dengan sinergi yang baik, tugas kita fi lapangan menjadi cepat dan ringan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” papar Eko mengutip pepatah lama itu.

Bouy diterima KN424

Lampu dan Rantai

Aksi pencurian atau perusakan salat-salat SBNP seperti mooring buoy dan buoy putih untuk penambatan kapal, masih sering terjadi di kawasan peraiaran Pelabuhan Tanjung Priok. “Ada beberapa komponen buoy yang sering hilang, antara lain lampu dan rantai buoy. Keduanya juga bisa dijual degan relative cepat dan mahal,” terang Eko.

Namun begitu, jika rantai mooring buoy hilang atau dilepas orang konsekuensinya akan mudah hanyut atau bisa dengan mudah dibawa lari orang. Sebaliknya, kalau yang hilang atau rusak lampunya, maka bnuoy itu tak bisa bersungsi optimal. “Apalagi jika di waktu malam, tentu sangat menyulitkan bagi nakhoda untuk mengendalikan kapalnya masuk ke kolam pelabuhan bahkan sandar di dermaga,” sebut Eko.

“Harga buoy yang baru sekitar Rp400 juta. Kalau hanya lampunya saja, sekitar Rp25 juta. Tapi, yang paling sering hilang adalah kampu dan rantai. Biasanya dijual ke tukang besi loak atau bekas. Harganya tinggi juga meski lebih mahal yang baru,” papar Eko.

Kalau untuk menjual buoy, sebut Eko, relative susah. Kalau mereka mendapatkan buoy, bisanya dijual terpisah-pisah atau pretelan. “Kalau menjual buoy secara utuh, sangat sulit. Apalagi, itu barang Negara agak susah menjualnya. Jika ketahuan, dibisa sita atau dituntut secara hokum,” urai Eko.

Kendati begitu, tambah Eko, pihaknya akan mengefektikan sinergi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga dan mengamankan SBNP termasuk mooring buoy tersebut. “Alat-alat SBNP itu terkait keselamatan pelayaran dan berlaku secara international. Jadi, kita semua harus peduli dan ikut mempunyai rasa memiliki yang tinggi. Paling tidak, jika ada aksi pencurian atau melihat barang-barang itu di pasaran, segera laporkan ke pihak berwajib,” tegas Eko Hadirumekso.(helmi)