Angkasa Pura 2

Rel Stasiun Tawang- Pelabuhan Tanjung Emas

Undip: Reaktivasi Jalur KA Lama Lebih Baik Dibandingkan Membangun Rel Baru

Dermaga Emplasemen SDMMinggu, 6 Maret 2016
Warga SM Demoo

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Rencana pembangunan rel yang menghubungkan Stasiun Tawang Semarang menuju Pelabuhan Tanjung Mas menuai kontra dengan masyarakat. Rencana reaktivasi jalur kereta api Tawang – Pelabuhan Tanjung Emas yang dicanangkan akan menjadi rel ganda atau double track.

Kini, masyarakat Kota Lumpia, Semarang mempertanyakan mengenai ganti rugi dan mengapa harus membuka jalur baru. Sugiman (56) mengatakan ia dan warga tidak menolak reaktivasi rel Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas. Namun ketika memakai jalur baru, ia ingin ada pembayaran yang menguntungkan warga.

“Kalau kami mintanya pakai rel yang tidak mengganggu banyak warga, lewat Jalan Ranggawarsito akan semakin lancar. Tapi kalau pakai jalur baru ya diganti sesuai keadaan harga sekarang,” kilah Sugiman lagi.

Kuasa Hukum warga Kebonharjo, Budi Sekoriyanto menyayangkan akan perda No 14 tahun 2011 karna sebelumnya tidak ada sosialisasi ke warga terkait hal ini. Padahal dalam perda tersebut terncantum bahwa Rencana Tata Ruang Wilyah (RTRW) Kelurahan Tanjung Mas yang semula untuk pemukiman berubah menjadi kuning kawasan transportasi darat dan terminal barang tipe C.

Warga Smg demo2

“Kami minta Perda tersebut direvisi terutama pasal 20 ayat 3 huruf c, mengembalikan kawasan transportasi darat menjadi kawasan pemukiman. Perda ini tanpa sosialisasi ke warga. Kalau menjadi kawasan transportasi maka suatu saat warga akan kena gusur,” ujar Budi

Sementara itu, BEM UNDIP saat ini mencoba membantu dalam bentuk pengawalan serius terhadap permasalahan yang sedang terjadi tersebut. Narendra Wicaksono (Kadiv Advokasi Publik, Sospol BEM UNDIP) mengatakan, ”Pada dasarnya kami tetap pada tupoksi kami pada langkah advokasi masyarakat.

BEM Undip komitmen ingin mengawal tuntutan revisi Perda No.14 Tahun 2011 dan penolakan pembangunan rel baru, karena kami bersama tim akademisi sudah mengajukan jalur lain yang tidak berdampak pada 144 SHM. Baiknya dipilih jalur dari Stasiun Tawang ke Pelabuhan Tanjung Emas yang memiliki dampak sosial paling rendah,” harap Narednra.

Gejolak kembali terjadi di Kebonharjo, Semarang, Jumat,4/02/2016), pasca dilayangkannya surat pemberitahuan dari PT KAI yang ditandatangani Eman Sulaeman selaku salah satu direksi BUMN itu, menbyebutkan, akan dilakukan pengambilan data topografi terkait pembangunan rel baru.

“Hari ini warga sepakat menggalang aksi solidaritas sebagai bentuk upaya penolakan rel baru. Dan benar, pada pukul 09.00 wib PT. KAI melalui Camat Tanjung Mas Semarang memberitahukan bahwa kegiatan pengambilan data urung di lakukan. Saat ini pun kepanikan warga masih terlihat sesaat setelah kedatangan aparat kepolisian dan TNI,” tandas Budi.(hendra/hel)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari