Angkasa Pura 2

Menanti ‘Revolusi’ Lain Soal Keselamatan Dan Pelayanan Transportasi

transport.jpg.cf

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Konsentrasi kepada keselamatan dan ‘revolusi’ pelayanan sering kali diingatkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Dua aspek yang memang tugas pokok dari kementerian teknis tersebut.

Keselamatan dan pelayanan menjadi tuntutan besar di tengah melesatnya laju pertumbuhan penduduk, kendaraan dan mobilitas manusia serta barang. Secara paralel, terjadi tingginya dinamika tuntutan publik terhadap penyelnggara negara. Tuntutan ini hanya dalam tempo sekian detik dan hanya membutuhkan dua jari bisa langsung menggetarkan perhatian publik karena cepat terekspos di dunia maya.

Dalam konteks itu maka perintah Ignasius Jonan untuk menggelar berbagai agenda inivasi untuk lebih mengefektifkan keselamatan bertransportasi dan mengefisiensikan pelayanan sepatutnya mendapat respon cepat, tepat dan akurat oleh seluruh jajaran Kementerian Perhubungan.

Apalagi perintah menteri merupakan bagian dari visi dan misi Nawa Cita pemerintahan Jokowi -JK, bahwa negara hadir dalam setiap perubahan dan persoalan di tengah rakyat.

BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans mencatat arus besar ‘revolusi’ keselamatan bertransportasi dan pelayanan transportasi publik, serta menyiapkan SDM yang kompeten dan profesional menangani dua tugas pokok tadi sudah dipertontonkan dengan indah kepada publik oleh Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Badan Litbang dan Ditjen Perhubungan Laut.

Tiga lembaga di Kementerian Perhubungan nyaris setiap hari atau paling minimal satu minggu menggelar berbagai inovasi dalam konteks efektivitas keselamatan, efisiensi pelayanan bertransportasi dan penyiapan infrastruktur SDM transportasi.

Contoh adalah menegakkan peraturan keselamatan pelayaran melalui pengawasan lebih ketat, pendaftaran secara online kapal dan pelaut, sosialisasi keselamatan pelayaran, membangun lebih banyak lagi sarana dan prasarana pendidikan tenaga ahli transportasi, dan menggelar berbagai penelitian menyangkut asal dan tujuan bertransportasi.

Contoh lain adalah menggandeng pemda untuk merekrut plus mendanai taruna di sekolah transportasi di lingkunfan BPSDM, mengadakan kapal latih yang juga untuk praktik keselamatan dan pelayanan, menyediakan kapal ternak, kapal tol, kapal perintis, kapal KPLP, kapal navigasi, penindakan terhadap pelanggar Undang – Undang Pelayaran dan sebagainya.

Agenda ‘revolusi’ itu setidaknya membantu memberikan pemahaman kepada publik bahwa negara hadir, khususnya dalam koridor transportasi sebagai urat nadi perekonomian. Paralel dengan penguatan pemahaman itu maka diharapkan menguat pula partisipasi publik dalam dinamika pembangunan nasional.

BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans percaya bahwa Dirjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Udara dan Ditjen Perketetaapian juga memiliki agenda besar dalam efektifitas keselamatan bertransportasi dan efisiensi transportasi publik.

Hanya saja bisa jadi ketiga institusi di lingkungan Kementerian Perhubungan menunggu saat yang tepat untuk secara gradual dan terjadwal membuka kepada publik. Pada sisi ini maka publik tinggal menunggu waktu saja agenda ‘revolusi’ itu dengan luar biasa diperlihatkan. (awe).

  • mfathoni09

    Jika saya menulis artikel atau opini sebagai akademisi, apakah bisa dan bagaimana prosedurnya?

    • http://beritatran.com awe

      Terima kasih atas perhatiannya. Dengan senang hati kami menerimanya. Silakan berkirim via email ke beritatrans@gmail.com. Mohon sertakan foto, biodata dan no hape penulis.
      Catatan:
      1. Redaksi berhak untuk mengedit dengan berbasis kepada etika jurnalistik dan hukum perundang – undangan yang berlaku.
      2. Artikel bukan merupakan jiplakan atau pernah dimuat di media lain.
      3. Karya tulis menjadi tanggung jawab penulis.
      4. Hak cipta yabg sudah diterbitkan menjadi milik redaksi.

      Salam