Angkasa Pura 2

Hino Minta Kemdag Kaji Ulang Izin Impor Truk Bekas

Koridor OtomotifRabu, 9 Maret 2016
2016-03-09 13.13.08

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen┬áPT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) ikut mengkritik kebijakan dari Kementerian Perdagangan (Kemdag) yang memberikan izin untuk mengimpor langsung truk bekas. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai bisa mematikan industri truk dalam negeri seperti yang saat ini tengah dijalankan Hino.

“Aturan dari Kementerian Perdagangan ini bisa berimbas pada bisnis kami. Apalagi kami sudah investasi cukup besar di sini (Indonesia) untuk membangun pabrik dan juga jaringan penjualan,” ujar Presiden Direktur PT HMSI, Hiroo Kayanoki, di Jakarta, kemarin (8/3/2016).

Hal senada disampaikan Direktur Sales dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo. Dia juga menyoroti tidak adanya layanan purna jual apabila mengimpor truk bekas, sehingga pada akhirnya bisa merugikan konsumen.

“Tidak seperti kendaraan penumpang, truk itu alat produksi yang butuh perawatan lebih sering. Kalau pemakaian sedan dalam setahun rata-rata 25.000 Km, sementara truk bisa lebih dari 60.000 Km dan perlu minimal enam kali masuk bengkel. Kalau hanya impor dan tidak jelas siapa APM-nya (agen pemegang merek), nanti siapa yang akan merawat? Lalu bagaimana sisi keamanannya berhubung ini barang bekas?,” ujar Santiko seperti dikutip beritasatu.

Karenanya, Santiko berharap, kebijakan mengenai impor truk bekas ini dapat dikaji ulang, karena berkaitan dengan keselamatan konsumen yang dipertaruhkan.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto juga punya pendapat yang sama. Menurut dia, izin impor truk bekas seharusnya tidak perlu ada. Kalau pun ada, izin tersebut harus dikontrol dengan ketat.

“Hanya truk yang belum diproduksi di dalam negeri saja yang boleh mendapatkan izin,” tegas Jongkie. (ani).

loading...