Angkasa Pura 2

Tingkatkan Keselamatan Pelayaran

Tim Inspector Ditkappel Sidak Dua Kapal Di Pelabuhan Tanjung Perak

DermagaThursday, 10 March 2016

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Dalam rangka mewujudkan keselamatan pelayaran dan memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ir.Sugeng Wibowo,MM menginstruksikan pada marine inspektor untuk melakukan pemeriksaan kapal secara serentak.

Beberapa pelabuhan yang menjadi objek pemeriksaan antara lain adalah Pelabuhan Merak, Batam, Balikpapan Kalimantan Timur dan tentunya Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini.

Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkappel) Ditjen Perhubungan Laut, masing-masing Capt. Barlet S dan Capt. Renaldo, Capt. Ari Wibowo,M.Mar melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan melakukan pemeriksaan kapal di Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (9/3/2016). 

Di Pelabuhan Tanjung Perak, tim inspeksi yang dipimpin Cap.Barlet itu memeriksa dua kapal, yaitu KM. Tunas Wisesa, KM. Kirana IX yang sandar di Dermaga Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kasubdit Penanggulangan Pencemaran dan Lingkungan Hidup, Capt. Barlet S mengatakan, pihaknya sengaja datang untuk mensosialisasikan pentingnya keselamatan berlayar.

“Seluruh alat keselamatan ada di kapal sesuai kebutuhan dan bisa dioperasikan dengan optimal,” kata Capt. Barlet saat dikonfirmasi BeritaTrans.com.

Barlet, capt

“Kami datang kesini dalam rangka meningkatkan fungsi keselamatan pelayaran. Menejemen keselamatan berlayar dan menyediakan peralatan keselamatan berlayar, sehingga ketika kapal mendapat surat persetujuan berlayar (SPB) terjaga keselamatan berlayar,” terang Capt. Barlet lagi.

“Sebagai Insan Kementerian Perhubungan selalu berharap agar fungsi keselamatan itu benar dipertahankan dipenuhi oleh setiap kapal sesuai standar IMO,” ujar Capt. Barlet.

Hasil pemeriksaan uji petik yang dilakukan ke kapal Kirana IX, milik PT Dharma Lautan Utama pada semua alat dan perlengkapan kapal ditemukan lengkap. 

“Kelengkapan Kapal yang sudah terpenuhi di atas kapal Kirana IX, harus tetap dipertahankan dan ABK bisa melengkapi dengan kompetensi yang dibutuhkan, ” tegas Barlet S, yang juga mantan Kabid KPLP di kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak beberapa tahun lalu.(helmi)