Angkasa Pura 2

KN Belati P.205 Tangkap Kapal Bermuatan BBM Illegal

DermagaJumat, 11 Maret 2016
KN Belati

JAKARTA (beritatrans.com) – Kapal patroli milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) atau Sea And Coast Guard Kelas I Tanjung Priok kembali menunjukkan kinerja apiknya, yakni menangkap kapal-kapal yang beroperasi dengan menyalahi peraturan perundang-undangan. Kali dilakukan oleh kapal patroli KN Belati P.205 yang menangkap sebuah kapal fiber yang memuat BBM tanpa manifest di perairan Pulau Bidari atau Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Rabu (9/3/2016) sekitar pukul 10.06 WIB.

“Benar, kemarin kami mengamankan kapal fiber dengan identitas dan surat-surat tidak jelas yang bermuatan BBM jenis Solar,” kata Kepala PLP Kelas I Tanjung Priok Kolonel Laut (KH) Ir. Akhmad Sudarto, M.T., ketika dikonfirmasi beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Berdasarkan keterangan Nakhoda KN Belati P.205 Capt. Satria Aji Yudha, SH, M.Mar., penangkapan bermula saat KN Belati P.205 melakukan patroli rutin pengawasan keselamatan maritim di sekitar Pulau Bidadari.

“Pada saat itu, petugas melihat ada sebuah kapal yang mencurigakan karena tidak ada identitas atau nama kapal yang biasanya terdapat di sisi lambung kiri dan kanan,” kata Satria.

KN Belati_1

Kecurigaan bertambah besar ketika kapal berbobot 40 GT itu berusaha kabur saat didekati oleh KN Belati P.205. Kejar-kejaran pun sempat terjadi. Bahkan kapal yang memasang bendera merah putih dan bendera salah satu partai politik itu berusaha lari ke perairan dangkal dengan maksud agar KN Belati P.205 kandas.

“Tetapi sebelum niat mereka terlaksana, kami langsung mencegatnya sambil melakukan tembakan peringatan, sehingga kapal itu tidak berkutik dan menyerah,” kata Kepala Kamar Mesin (KKM) KN Belati P.205 Amir Suhanda, S.Pel, M.Si.

Ketika diperiksa, kapal tersebut tidak memiliki identitas yang jelas, termasuk tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syahbandar. Berdasarkan pengakuan nakhoda, kapal itu bernama KM Inka Mina 107 dengan kepemilikan Koperasi Usaha Bersama (KUB) Zero One, Lampung. Tetapi papan tanda selar yang menunjukkan bahwa nama kapal tersebut benar KM Inka Mina 107 tidak ada. Begitu juga tulisan nama di sisi kiri dan kanan lambung kapak tidak ada.

KN Belati_2

“Pelanggaran yang paling mecolok adalah kapal fiber tersebut mengangkut sekitar 40 Kilo Liter BBM jenis solar. Padahal kapal pengangkut BBM harus memiliki spesifikasi tertentu, bukan menggunakan kapal fiber,” kata Satria.

Bahkan nakhoda kapal tersebut, Harun Bin Habibi, sebelumnya tidak mengakui membawa BBM solar, melainkan dia mengaku kapalnya itu merupakan kapal ikan. Untuk meyakinkan petugas patroli PLP, Harun Bin Habibi menyodorkan Surat Izin Penangkapan Ikan dan Surat Izin Pengangkutan Ikan yang dikeluarkan oleh Pemda Lampung.

“Dia juga menunjukkan surat dari KSOP Sunda Kelapa yang menyatakan bahwa kapal itu diperbolehkan menerima dan mengangkut limbah,” kata Amir.

KN Belati_3

Karena surat-surat dan identitas kapal yang tidak jelas seperti itu serta memuat BBM tanpa manifest, maka kemudian petugas patroli PLP Kelas I Tanjung Priok terpaksa menggiring kapal tersebut berikut enam ABK dan muatannya ke Pangkalan PLP.

“Selanjutnya kami serahkan kepada penyidik untuk diproses lebih lanjut,” kata Satria.

Koordinator penyidik Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Iwan Rumansyah menegaskan bahwa pihaknya akan segera memproses KM Inka Mina 107 tersebut.

“Segera kami akan melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan nanti baru dapat diketahui pelanggaran apa saja yang mereka lakukan,” kata Iwan. (aliy)

loading...