Angkasa Pura 2

PT IKT Luncurkan Layanan Tambahan Untuk Kendaraan Dan Alat Berat

DermagaJumat, 11 Maret 2016
20160311_110001-1

JAKARTA(BeritaTrans.com) – PT.Indonesia Kendaraan Terminal ( IKT), anak perusahaan Pelindo II, Jumat (11/3/2016) meluncurkan layanan tambahan untuk kendaraan dan alat berat atau Vehicle Processing Centre (VPC) dan Equipment Processing Center (EPC).

VPC memberikan jasa pelayanan pemasangan aksesoris kendaraan, pencucian mobil, pengecatan, inspeksi dan perbaikan ringan. Sementara layanan EPC meliput pelayanan untuk alat berat.

Direktur Utama PT IKT Armen Amir saat meresmikan VPC dan EPC mengatakan tahap pertama ini disediakan gudang seluas 3000 m2 untuk kegiatan VPC dengan kegiatan memenuhi kebutuhan opsional mobil seperti pemeriksaan sebelum penyerahan, pencucian mobil, pemasangan kaca film, audio sistem dan pemasangan aksesoris lainnya.

Fasilitas VPC saat ini meliputi: 4 unit alat pemeriksaan kendaraan sebelum diserahkan ( pre- delivery inspection ) 1 unit alat pencuci mobil otomatis (automatic car wash ), lahan 1800 m2 di area gudang terbuka , lampu hemat energi area gudang 150 watt, fasilitas karantina dan perbaikan mobil ringan serta lapangan penyangga (buffer) , lapangan penumpukan (open storage), dan gray kendaraan pengangkut mobil. Sementara fasilitas EPC meliputi: 2 unit list spitwater sw 1520 ode on vehicle dan hot and cold water diesel engine driven.

Lahan VPC dan EPC pada 2018 akan ditambah menjadi 14 ha sehingga menjadi layanan VPC dan ÉPC terbesar di dunia. Kedua fasilitas ini nantinya akan dilengkapi gudang seluas 3 ha, lapangan penumpukan 12 ha dan dermaga sepanjang 300 meter dengan kedalaman -12 m Low Water Spring (LWS).

Armen Amir mengatakan IKT sedang melakukan kajian untuk mengembangkan usahnya dalam bidang terminal kendaraan di Teluk Bayur , Medan, Batam, Makasar, Balikpapan, dan Samarinda.

PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Pelabuhan Tanjung Priok tergolong anak perusahaan Pelindo II yang cukup berhasil dalam menjalankan bisnisnya. Tahun 2015 IKT meraup laba bersih sebelum pajak sebesar Rp 91,03 miliar lebih atau naik Rp 7,9 miliar dibanding tahun 2014 Rp 83,04 miliar. (wilam)