Angkasa Pura 2

Panitia: Junglenathlon Akan Banyak Diminati Pelari Profesional Sampai Masyarakat Biasa

Koridor SDMSabtu, 12 Maret 2016
Logo Junglenathlon

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ajang lari Junglenathlon yang akan digelar di Kampus Balai Pendidikan Pelatihan dan Pembentukan Karakter Insan Perhubungan (BP3K) Ciwidey Bandung, mulai diminati penggila olah raga altetik itu.

“Kini sudah 150 orang mendaftarkan menjadi peserta Junglenathlon. Padahal, sehari setelah libur Nyepi 2016 kemarin, baru ada 34 orang pendaftar,” kata Panitia Pelaksaba Junglenathlon Rully Okta Saputra,M.Pd kepada BeriitaTrans.com di Jakarta, Sabtu (12/3/2016).

Junglenathlon sendiri akan digelar Sabtu, 7 Mei 2016 di Kampus BP3K Ciwidey Bandung. Junglenathlon sendiri akan menempuh track sejauh 5 km, tapi dengan berbagai tantangan dan hambatan yang siap menghadang.

Pihak panitia, lanjut Rully, menerima pendaftaran atas nama pribadi, kelompak sampai sekolah. “Jadi, masih ada waktu untuk bergabung adalah lomba lari penuh tantangan Junglenathlon nanti,” jelas dia.

Seperti biasanya, menjelang akhir masa pendaftaran baru banyak peserta yang masuk dan menyatakan kesiapannya ikut acara lari tersebut.

“Panitia optimis, masih akan banyak warga masyarakat akan mengikuti lomba laru ini. Mereka adalah pelari profesional dalam dan lari negeri dan masyarakat biasa akan berpartisipasi dalam acara tersebut,” sebut Rully.

Menurut alumnus UNJ itu, event lari seperti Junglenathlon akan banyak diminati masyarakat. Bukan hanya pelari profesional, tapi juga warga masyarakat yang ikut lari sebagai penggembira atau bahkan lari sengaja untuk wisata. .

“Kita tunggu sampai menjelang pelaksanaan acara nanti. Kita yakin, akan banyak lagi peserta yang ikut dalam acara Junglenathlon tersebut,” tandas Rully.

Sebelumnya, Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH,M.Si menargetkan, acara Junglenathlon bisa diikuti sampai 1.500 pelari dalam dan luar negeri.

Oleh karena itu, lanjut dia, diharapkan seluruh komponen bangsa ikut mendukung dan berpartisipasi dalam acara lomba lari ini. “Junglenathlon bukan hanya sekedar loma, tapi juga olah raga, wisata, sekaligus pelestarian lingkungan hidup,” tegas Tommy.(helmi)