Angkasa Pura 2

Ada 11 Pintu Perlintasan KA Tanpa Palang Di Kota Bekasi

EmplasemenMinggu, 13 Maret 2016
06perlintasan-KA.jpg.cf

BEKASI (BeritaTrans.com) - Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Bekasi Kota, Komisaris Bayu Pratama mengatakan, di Kota Bekasi terdapat 13 perlintasan kereta api.

Sebanyak lima perlintasan bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat, sementara sisanya tujuh perlintasan hanya bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua.

Sayangnya, kata Bayu, secara keseluruhan hanya ada dua perlintasan yang memiliki palang pintu.

Sedangkan 11 perlintasan kereta tanpa dibekali palang pintu.

“Ini yang rawan menyebabkan terjadinya kecelakaan antara pengendara dengan kereta api,” ujar Bayuseperti diberitakan warta kota.

Bayu mengaku, pihaknya telah meminta kejelasan dari dua instansi, yakni pemerintah daerah dan PT Kereta Api Indonesia terkait tanggung jawab pemasangan palang pintu.

Hasilnya, yang bertanggung jawab adalah  pemerintah daerah, sedangkan kewenangan pengelola kereta api di perlintasan Bulan-Bulan dan Agus Salim.

 ”Saya sudah sering mengimbau dan meminta pemerintah daerah untuk memasang palang pintu, karena banyak pengendara yang nekat menerobos kereta api ketika hendak melintas,” kata Bayu.

Menurut Bayu, insiden ini sebetulnya bukan hanya minimnya sarana pendukung di perlintasan kereta.

Tapi, rendahnya kesadaran pengendara untuk mengedepankan keselamatan.

Padahal, kata dia, menerobos perlintasan kereta bisa merugikan diri sendiri dan keluarga.

“Kadang palang pintu sudah tertutup saja, masih ada yang menerobos. Dari sini terlihat, kedispilinan masyarakat masih rendah,” ucap Bayu.

Bayu menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir insiden kecelakaan di perlintasan kereta.

Seperti menilang pengendara yang menerobos dan menyiagakan petugas di titik-titik tersebut.

“Upaya ini cukup efektif karena masyarakat tak akan berani menorobos begitu ada polisi,” jelas Bayu.

Berdasarkan catatannya, dari Januari-Maret 2016 baru ada satu kasus kecelakaan di perlintasan kereta api. Sedangkan pejalan kaki yang tewas karena tersambar kereta ada tiga kasus. 

“Meski kejadiannya hanya satu kasus, tapi tetap saja membahayakan,” ungkapnya. (ani).

loading...