Angkasa Pura 2

Indikasi Belum Siap Hadapi Pasar Bebas

Ribuan Sopir Taksi Demo Ke Istana Menentang Taksi Online

KoridorSenin, 14 Maret 2016
Demo sopir taksi

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemogokan supir taxi dan sopir angkutan umum hari ini, Senin (14/3/2016) untuk melawan angkutan umum berbasis online yang menabrak UU Transportasi adalah tindakan nyata rakyat dalam melawan persaingan bebas yang telah memangsa dirinya.

Demikian disampaikan Aktivis Petisi 28 Haris Rusli, dalam pesan pendek yang diterima BeritaTrans.com, Senin.

Seperti diketahui, hari ini ratusan sopir taksi melakukan unjuk rasa dengan berjalan menentang arus menuju Istana Negara Jakarta, sejak Senin pagi.

Implikasinya, ruas Jalan Jend. Sudirman dan Medan Merdeka Barat penuh dengan kendaraan taksi dengan pengemudinya yang ingin menyampaikan aspirasinya langsung ke Kantor Presiden Jokowi di Jalan Merdeka Utara, Jakarta.

“Kondisi tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa SDM kita terutama taksi konvensional yang belum siap menghadapi persaingan bebas. SDM Indonesia faktanya memang belum semua siap,” papar Haris.

Tahap demi tahap, lanjut Haris Rusli, bangsa dan rakyat Indonesia yang dipimpin oleh seorang “Presiden Jokowi” yang tak punya konsep dan tak mempunyai kapasitan memimpin negara, telah menuju menjadi apa yang telah diperingatkan oleh Bung Karno.

“Bangsa Indonesia mengarah untuk MENJADI BANGSA KULI DAN KULI DI ANTARA BANGSA-BANGSA,” sebut Haris serius.

Dia juga menyerukan, mari kita dukung mulai bergulirnya gerakan masyarakat menegakan haknya sebagai warga negara yang dirampas oleh pasar bebas dan tak dilindungi oleh pemerintahan.

“Pemerintah Indonesia kini terbukti bermental kuli dan menjadi kuli dari kepentingan asing. Kebijakan yang dibuah Pemimpin Indonesia terindikasi berpihak dan mengabdi pada kepentingan asing,” tegas Haris.(helmi)

loading...