Angkasa Pura 2

Daeng: Pemerintahan Jokowi Tak Perlu Naikkan Harga BBM Untuk Menutup Defisit Fiskal

Ekonomi & Bisnis Energi KoridorRabu, 16 Maret 2016
Salamudin Daeng

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pelemahan ekonomi dunia khususnya melemahnya harga minyak dan komoditas telah mendorong negara negara penghasil minyak terbesar di dunia menaikkan harga bahan bakar minyak.

“Seperti diketahui Arab Saudi menaikkan harga BBM sebesar 50% untuk menutup defisit anggaran mereka sebesar 98 miliar dolar. Bahkan Venezuela menaikkan harga BBM yang dijual dalam ekonomi mereka sebesar 6000 %, dari 0,01 dolar / liter menjadi 0,60 dolar/liter merupakan kenaikan terbesar dalam 20 tahun,” kata Direktur Pusat Studi Elonomi Politik Universitas Bung Karno (UBK)Salamudin Daeng dalam siaran persn kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Menurutnya, kedua negara tersebut merupakan negara penghasil minyak terbesar. Sebagian besar anggaran belanja mereka disumbangkan oleh minyak.

“Tahun ini kedua negara tersebut terancam bangkrut dan berusaha mengatasinya dengan hasil keuntungan menjual BBM ke rakyatnya,” kata Daeng.

Apa yang dihadapai pemerintahan Jokowi tidak berbeda dengan yang dihadapi Arab Saudi dan Venezuela. “Tahun 2016 akan menjadi pukulan berat bagi pemerintahan Jokowi, karena dipastikan target fiskal tidak akan tercapai baik dikarenakan melemahnya harga komoditas¬† dan banyaknya perusahaan yang bangkrut,” jelas Daeng.

Rencana pemerintah untuk menjadikan BBM (juga listrik) sebagai sumber mencari keuntungan. “Pemerintah rencana menaikan tarif dasar listrik 900 kwh dengan alasan subsidi. Tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menaikkan harga BBM,” kilah Daeng.

Tindakan pemerintah menggangu harga BBM apalagi dengan menaikkan harganya adalah kontra produktif dengan kondisi ekonomi nasional.

“Pemerintah Jokowi tidak perlu mengikuti langkah Venezuela dan Saudi Arabia. Pemerintah harus fokus menjaga stabilitas ekonomi, menjaga laju inflasi, dan stabilitas harga pangan yang sangat rentan dengan flugtuasi harga,” tegas Daeng.(helmi)

loading...