Angkasa Pura 2

Upah TKBM Pelabuhan Tanjung Priok 2016 Ditandatangani

DermagaKamis, 17 Maret 2016
20160316_144240-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Akhirnya, upah harian Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2016, Rabu (16/3/2016) ditandatangani , kendati satu dari empat serikat pekerja yang menaungi buruh setempat masih tidak sepakat .

Upah buruh 2016 ditandatangani oleh Koperasi TKBM bersama pengguna jasa masing masing: DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI, terminal petikemas JICT, TPK Koja dan Geraha Segara disaksikan Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok Bay M Hasani.

Besaran upah terdiri dari dua paket. Paket pertama TKBM yang bekerja di JICT, Koja dan Graha Segara dibayar Rp 166.000/TKBM/Shift dan untuk TKBM di terminal konvensional dan Mustika Alam Lestari (MAL) dibayar Rp164.000/TKBM/Shift.

Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, Bay M Hasani dalam sambutannya mengatakan karena tiga dari empat serikat sudah setuju, upah TKBM 2016 tetap jalan. “Kalau harus menunggu empat serikat buruh sepakat dulu kapan jadinya upah tersebut, ” kata Bay.

Pemberlakuan upah baru ini, kata Bay, untuk JICT, Koja, Graha Segara dan MAL berlaku sejak 1 Januari 2016. Sementara untuk Terminal Konvensional berlaku sejak 1 Maret 2016.

Menurut Kepala OP, upah untuk terminal konvensional sulit diberlakukan 1 Januari 2016 karena Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di konvensional jumlahnya banyak bahkan di antaranya mungkin sudah tutup.

Menurut pemantauan BeritaTrans.com serikat pekerja yang tetap tidak sepakat /menolak besaran upah tersebut yaitu Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM). Sedang tiga serikat yang mendukung masing masing: Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), Serikat Pekerja Maritim Indonesia (SPMI) dan Serikat Buruh Pelabuhan Indonesia (SBPI). (wilam)

loading...