Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Lakukan Keel Laying 7 Kapal Navigasi

DermagaSunday, 20 March 2016

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melakukan keel laying atau peletakan lunas 7 unit kapal Kelas I Kenavigasian di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (18/3/2016). Keel laying tersebut diresmikan oleh Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut DR. Umar Aris, SH, MM, MH, didampingi oleh Direktur Kenavigasian Ditjen Hubla Ir. Bambang Wiyanto, MM., di Galangan Kapal PT Palindo Marine dan PT Citra Shipyard, Batam.

PT Palindo Marine membangun 5 unit kapal kanevigasian Kelas I. Pembangunan 5 unit kapal ini merupakan lanjutan dari perjanjian pembangunan kapal kenavigasian yang telah dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2016 lalu. Kelima Kapal kenavigasian tersebut masing-masing terdiri dari 3 unit kapal kelas I kenavigasian tahap III Paket A dan 2 unit kapal paket B.

Foto_1

Sedangkan PT Citra Shipyard membangun 2 unit kapal kenavigasian Kelas I. Kedua kapal navigasi tersebut merupakan pembangunan tahap II paket A. Proyek ini merupakan lanjutan dari penandatanganan kontrak kegiatan pembangunan kapal kenavigasian yang telah dilaksanakan tanggal 29 Desember 2015 lalu.

Kepada Galangan Kapal PT Palindo Marine dan PT Citra Shipyard, Plt Dirjen Perhubungan Laut DR. Umar Aris, SH, MM, MH., meminta agar pembangunan tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak.

Foto_3

“Sehingga hasilnya nanti sesuai dengan yang kita harapkan bersama yaitu tepat mutu atau kualitas dan tepat waktu,” kata Umar Aris.

Umar Aris juga berharap nantinya semua kapal baru kenavigasian ini akan segera memperkuat armada kenavigasian yang sudah ada. Saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut hanya memiliki 63 unit kapal navigasi, yang rata-rata usianya sudah tua, bahkan ada beberapa yang sudah 40 tahun. Jumlah tersebut belum memenuhi jumlah ideal kapal navigasi yang dibutuhkan di seluruh perairan Indonesia yang idealnya sekitar 120 kapal.

Foto_7

“Saya meminta laksanakan pembangunan ini dengan sebaik-baiknya dan jangan asal-asalan. Karena kapal merupakan investasi jangka panjang sehingga harus mampu bertahan untuk jangka waktu yang lama,” katanya.

Umar menegaskan, pembangunan Kapal kenavigasian memiliki peranan yang cukup penting dan strategis terutama dalam mendukung terciptanya keselamatan pelayaran di perairan Indonesia. Selain itu, kapal kenavigasian ini juga berfungsi untuk melaksanakan pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) serta melakukan pendistribusian perbekalan di seluruh wilayah perairan Indonesia.

Foto_6

“Mengingat peran yang sangat penting tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dan kehandalan sarana dan prasarana di bidang kenavigasian melalui pengadaan kapal kenavigasian,” ujar Umar Aris. (aliy)