Angkasa Pura 2

Irjen Pol Pudji Hartanto Disebut-Sebut Bakal Jabat Dirjen Perhubungan Darat

Aksi Polisi Koridor SDMJumat, 25 Maret 2016
puji

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Pudji Hartanto disebut-sebut akan menjadi Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Sedangkan posisi yang ditinggalkannya akan diserahkan kepada Irjen Anton Charlian (Kadiv Humas Polri),” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Jumat (25/3/2016).

Posisi Dirjen Perhubungan Darat masih kosong sejak ditinggalkan Dr.Ir. Joko Sasono yang mengundurkan diri akhir Desember 2015 lalu.

Saat ini, posisi Dirjen Perhubungan Darat masih dirangkap oleh Ir. Sugihardjo, MM yang juga menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub.

KADIV HUMAS
Sedangkan posisi Kadiv Humas Polri, menurut Neta Pane, akan dijabat Brigjen Boy Rafly Amar yang kini menjabat sebagai Kapolda Banten.

“Untuk jabatan Kapolda Jateng yang ditinggalkan Irjen Noer Ali disebut-sebut akan dijabat Irjen Condro Kirono (Kakorlantas),” jelas Neta.

Kendati begitu, Dia menambahkan, mutasi jajaran Pati Polri di awal April 2016 ini belum bisa dikaitkan dengan bakal calon Kapolri pengganti Jenderal Badroeddin Haiti.

“Namun pada mutasi penggantian Kabareskrim pada Mei atau Juni 2016 mendatang baru bisa dipetakan seperti apa bursa calon Kapolri,” kilah Neta.

IPW berharap dalam menjaring calon Kapolri pada Juli mendatang, Polri tetap menjaga soliditasnya.

“Begitu juga Presiden Jokowi yang punya hak prerogatif, dalam memilih Kapolri baru hendaknya tetap mempertimbangkan soliditas Polri. Polri dalam kondisi yang sangat solid pasca “perang urat syaraf” dengan Abraham Samad cs,” papar Neta.

Kriteria Calon Kapolri

Untuk itu, pinta IPW, dalam memilih calon Kapolri harus tetap memperhatikan mekanisme yang ada. “Setidaknya ada lima kriteria yang patut menjadi perhatian sebagai indikasi,” urai Neta.

Pertama, Posisi Calon, yakni posisi bintang tiga dengan keberadaan jabatannya. Kedua, Track Record, yakni jenjang karir sejak pangkat Kombes hingga bintang tiga.

Ketiga, Usia Calon, yakni saat dicalonkan usianya berapa dan berapa lama lagi akan pensiun. Keempat, Senioritas, yakni dalam pencalonannya seperti apa senioritasnya. Kelima, Kemampuan Menjaga Soliditas di internal Polri.

“Reposisi di tubuh Polri diharapkan tetap dapat menjaga soliditas Polri, sehingga tidak menimbulkan kontroversial berkepanjangan. Dengan demikian Polri akan mampu bekerja dengan profesional,” tegas Neta.(helmi)