Angkasa Pura 2

Dirjen Hubud Bilang Manajemen Keselamatan dan Keamanan Syahbandar Tanjung Priok Top

DermagaMinggu, 27 Maret 2016
IMG_20160326_152436

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Kementerian Perhubungan Suprasetyo memuji manajemen keselamatan dan keamanan yang diterapkan oleh Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok di wilayah kerja yang menjadi tanggung jawabnya.

Pujian itu diungkapkan oleh Suprasetyo saat melakukan peninjauan ke Kantor Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok, dermaga pelabuhan, kapal, Vessel Traffic Service (VTS), dan pusat kontrol bongkar muat kargo di Kantor PT Pelabuhan Indonesia II, Sabtu kemarin (26/3/2016).

“Setelah saya keliling dan mendapat penjelasan sangat rinci dari Syahbandar dan para petugas lapangan, termasuk dari nakhoda kapal dan petugas PT Pelindo II, saya berkesimpulan manajemen keselamatan pelayaran dan keamanan di wilayah kerja Kantor Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok sudah bagus dan top,” kata Suprasetyo yang saat itu memang sedang bertugas melakukan pemantauan rutin pada Sabtu dan Minggu sesuai instruksi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Suprasetyo mengatakan, upaya kantor Syahbandar Tanjung Priok dalam memberikan rasa aman terhadap masyarakat yang berkegiatan di pelabuhan juga terlihat sudah baik. Hampir tidak terlihat lagi adanya tempat-tempat kumuh yang menyeramkam di dalam area pelabuhan.

“Tinggal dijaga dan terus ditingkatkan lagi, termasuk lebih mengintensifkan patroli lapangan agar lebih aman dan mengantisipasi berbagai potensi tindak kejahatan, termasuk penyelundupan narkoba dan terorisme,” kata Suprasetyo yang selama kunjungan tersebut didampingi oleh Kepala Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Sahattua P Simatupang, MM, MH.

Beberapa hari sebelumnya, utusan coast guard Amerika Serikat pun memberikan pujian terhadap tingkat keamanan di Pelabuhan Tanjung Priok. Pujian mereka diutamakan langsung kepada Capt. Sahattua yang ketika itu mendampingi mereka berkeliling Pelabuhan Tannung Priok, termasuk kunjungan ke PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

Para perwira US Coast Guard juga mengusulkan untuk melakukan patroli pengamanan yang tidak hanya di wilayah pelabuhan, tetapi juga di perairan. Alasannya, potensi gangguan keamanan bisa muncul dari mana saja, baik berasal dari darat maupun dari perairan.

“Sebetulnya usulan para perwira US Coast Guard tersebut sudah kami lakukan. Tapi ke depannya memang akan kami lebih ditingkatkan lagi patroli pengawasan dan pengamanan, bail di wilayah pelabuhan maupun perairan,” kata Capt. Sahattua. (aliy)