Angkasa Pura 2

Pakar: Mendambakan Terminal Bus Yang Aman Dan Nyaman

KoridorMinggu, 27 Maret 2016
Ratusan bus Antar Kota Antar Provinsi menunggu penumpang di Terminal Lebak Bulus, Jakarta,

Jika menyebut terminal, sebagian masyarakat merasa kurang nyaman dan rasa ngeri akan jika memasukinya. Ini tidak terlepas rasa khawatir akan terjadi sesuatu jika masuk terminal, seperti aksi copet, daerah kumuh, aksi pembiusan, yang menyebabkan pengunjung ingin segera keluar area terminal.

“Namun setelah diterbitkan Permenhub No. 40 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan, banyak warga masyarakat berharap kondisi terminal penumpang di Indonesia ke depan lebih nyaman,” kata kepaa Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (27/3/2016).

Sejak era reformasi, lanjut dia, kondisi terminal di daerah memakin buruk. Pemda hanya melihat terminal sebagai sumber peneriman asli daerah (PAD), tapi tidak memberikan anggaran yang memadai untuk operasi dan pemeliharaan.

Belum lagi, kata Djoko, sejumlah terminal di kota-kota besar seperti Jakarta yang berada di tengah kota, dipindah ke daerah pinggiran yang sepi dan minim akses angkutan umum.

“Aroma korupsi pembangunan terminal tipe A di daerah sangat kentara. Dengan melihat kondisi fisik bangunan sudah dapat dipastikan ada yabg tidak beres,” kilah Djoko.

Diambilalih Pemerintah Pusat

Berdasar UU No.23/2014 tentang Pemda, pengelolaan terminal tipe A diambil alih pemerintah pusat. Tentunya pengalihan ini harus hati hati, terutama pengalihan aset tanah dan bangunan.

“Jangan sampai di kemudian hari menjadi masalah, karena di daerah juga sudah bermasalah. Audit diperlukan untuk mengetahui kondisi aset tersebut. Jika ketahuan ada yang tidak beres, perlu segera lapor ke KPK, karena nilainya pasti miliaran rupiah,” papar Ketua MTI Jawa Tengah itu.

Akibatnya, tambah Djoko, cukup banyak terminal yang mangkrak karena dijauhi penggunanya. Padahal sudah puluhan miliar anggaran terbuang percuma tidak memberi manfaat besar memberikan layanan ke warga.(helmi)

loading...