Angkasa Pura 2

ALFI: Wacana Memindahkan Sebagian Barang Impor Di Pelabuhan Priok Ke Banten Harus Melalui Kajian Konperhensif

DermagaTuesday, 29 March 2016

JAKARTA (BeritaTrans.com.com) – Wacana yang dilontarkan Deputi Menko Kemaritiman Agung Kuswandono untuk mengalihkan sebagian barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok ke tiga pelabuhan di Banten harus melalui kajian konperhensif dengan melibatkan asosiasi terkait.

“Jika tidak nasibnya bisa seperti wacana pengangkutan petikemas dengan kereta api hingga sekarang gak jalan,” kata Sekum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI, Adil Karim, Selasa (29/3/2016).

Wacana pengalihan sebagian muatan barang impor ke Pelabuhan Merak Mas, Ciwandan dan Cigading (Banten) dimaksudkan untuk menekan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi 2-3 hari.

Bincang bincang dengan BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans, Adil mengatakan yang perlu dikaji antara lain mau nggak kapal mau pun pemilik barang yang selama ini sandar di Priok pindah ke Banten.

Harus diingat biasanya kapal mau sandar di suatu pelabuhan tentu dengan mempertimbangkan ada muatan baliknya. Sementara pemilik barang akan tertarik karena lebih dekat dengan tempat usahanya/industri yang mereka kelola, tambah Adil Karim.

Sementara sebaran barang yang bongkar di Pelabuhan Tanjung Priok selama ini 70 % menuju arah timur mulai dari Bekasi , Cikampek hingga Bandung. Sementara sebaran ke arah selatan Tangerang Cilegon hanya 20%. Sisanya 10% diserap industri di DKI Jakarta.

Selain itu industri di daerah selatan (Tangerang sampai Cilegon ) umumnya industri besar yang memiliki Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS).

Adil mengatakan sebelum membuat keputusan sebaiknya kantor Menko Kemaritiman mengajak bicara pelaku usaha atau asosiasi terkait seperti INSA, ALFI dan GINSI. Karena mereka yang tau kondisi lapangan.
.
Sebelumnya, Deputi Menko Kemaritiman Agung Kuswandono mengatakan untuk menurunkan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi 2 – 3 hari, pemerintah akan mendorong pengangkutan petikemas dengan kereta api dan memberdayakan tiga pelabuhan di kawasan Banten ( Merak Mas, Ciwandan dan Pelabuhan Cigading).
(wilam)