Angkasa Pura 2

Elly: Survei ATTN 2016 Wujud Implementasi Nawa Cita Sektor Transportasi

LitbangRabu, 30 Maret 2016
Sosialisasi_ATTN_DIY_1a

YOGYAKARTA (beritatrans.com) – Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) Barang Tahun 2016 tidak hanya memiliki tujuan menekan logistic cost atau biaya logistik yang hingga saat ini masih sangat tinggi, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih penting yaitu turut berupaya mengimplementasikan program Nawa Cita melalui sektor transportasi.

“Salah satu program Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah membangun negara melalui pinggiran atau daerah. Nah salah satu tujuan survei ATTN Barang 2016 ini untuk mengimplementasikan program pemerintah tersebut melalui sektor transportasi, terutama bagaimana mengurangi disparitas harga barang antara Indonesia bagian barat, tengah, dan timur dengan berusaha menekan serendah mungkin biaya logistik yang saat ini masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain,” kata mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) DR. Elly Adriani Sinaga, M.Sc., saat memberikan sambutan kegiatan sosialisasi survei ATTN Barang Tahun 2016 di Hotel Royal Ambarukmo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (30/3/2016).

Sosialisasi_ATTN_DIY_1d

Hadir pada kesempatan itu Kapuslitbang Transportasi Antarmoda Ir. Zulfikri, M.Sc, DEA., Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DI Yogyakarta Ir. Sigit Haryanto, MT., para kepala dinas terkait di Provinsi DI Yogyakarta, Para Ketua Asosiasi, dan Para Pimpinan Perusahaan, serta stake holder lainnya. Sedangkan materi sosialisasi disampaikan oleh Prof. Sudjanadi Tjipto Sudarmo, Dewan Pakar Badan Litbang Perhubungan dari Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti.

Sosialisasi_ATTN_DIY_1b

Elly mengatakan, Presiden Jokowi memiliki komitmen agar pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat merata ke seluruh wilayah Indonesia. Selama ini pertumbuhan ekonomi lebih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia seperti di Pulau Jawa dan Sumatera. Sedangkan untuk wilayah tengah dan timur Indonesia pertumbuhannya terasa lambat. Salah satu penyebabnya adalah disparitas harga antara wilayah barat dengan timur masih tingga akibat biaya transportasi di wilayah timur jauh lebih tinggi.

“Alasan itulah yang kemudian disikapi oleh Presiden Jokowi dengan membuat program Tol Laut sebai salah satu wujud implementasi program Nawa Cita tersebut,” kata Elly.

Pada kesempatan itu Elly juga menyampaikan, akibat masih tingginya biaya logistik yang mencapai 24% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp1.820 triliun per mitahun, daya saing ekonomi nasional pun menjadi lemah. Saat ini, banyak produk dari luar negeri, terutama China, menyerbu pasar-pasar dalam negeri dengan harga yang lebih murah.

“Makanya melalui survei ATTN Barang inilah kami berusaha mencari formulasi sistem angkutan barang yang lebih efektif dan efisien sehingga dapat menekan biaya logistik yang pada gilirannya produk dalam negeri mampu bersaing dengan produk-produk yang berasal dari luar,” ujarnya.

Sosialisasi_ATTN_DIY

Elly menegaskan, data tentang asal dan tujuan pergerakan barang itu juga sangat dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan yang terkait dengan kebijakan investasi di bidang sarana dan prasarana transportasi, kebijakan operasional, kebijakan pengelolaan, bahkan kebijakan pengaturan dan regulasi transportasi.

Elly juga kembali menegaskan bahwa survei ATTN Barang tidak berkaitan dengan pajak. Pasalnya ATTN Barang hanya untuk memperoleh data volume barang dan alat transportasi yang digunakan. Sehingga diperoleh gambaran tentang sejauhmana pertumbuhan dan perkembangan jumlah maupun pola pergerakan barang antar wilayah atau antar zonam

“Jadi para pengusaha tidak perlu khawatir. Survei ini tidak untuk mengumpulkan data nilai barang,” kata Elly.

Untuk itu Elly berharap dukungan penuh dari stake holder, terutama para pengusaha atau pemilik barang dan pelaku usaha logistik sebagai calon responden survei. Apalagi survei ATTN Barang Tahun 2016 menggunakan pendekatan maupun metode yang sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Survei ATTN tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan bersamaan antara survei barang dan orang. Tetapi tahun ini survei barang dan orang dipisah.

Sosialisasi_ATTN_DIY_1

Metode surveinya juga berbeda. Tahun sebelumnya lebih banyak menggunakan metode wawancara langsung kepada orang dan pengemudi angkutan barang. Sedangkan tahun ini diubah dengan melakukan wawancara langsung dengan para pengusaha angkutan dan pemilik atau pengelola barang. Selain itu menggunakan juga e-survei dan pos.

“Sedangkan survei ATTN Orang menggunakan metode Big Data dengan memanfaatkan jaringan telepon seluler,” ujar kata Elly.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Ir. Sigit Haryanto, MT., mengatakan akan memberikan dukungan maksimal pelaksanaan survei ATTN Barang yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Perhubungan.

Sosialisasi_ATTN_DIY_Kadishub

“Perumusan kebijakan transportasi yang tepat hanta mungkin dilakukan jika analisisnya didukung dengan data kebutuhan pergerakan yang tepat dan akurat, termasuk data asal tujuan pergerakan transportasi,” kata Sigit. (aliy)

loading...