Angkasa Pura 2

Wayan Juliarta: ATKP Makassar Akan Terima 180 Taruna Baru

SDMSelasa, 5 April 2016
Wayan atkp

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kampus Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menerima 180 taruna baru melalui proses seleksi penerimaan calon taruna (sipencatar) tahun ajaran 2016. Mereka akan diterima di beberapa program studi (produdi) yang ada di ATKP Makassar sekarang.

Demikian disampaikan Direktur ATKP Makassar I Wayan Juliarta,ST,MT saat dihubungi BeritaTrans.com di Jakarta, Selasa (5/4/2016). Menurutnya, seluruh taruna baru nanti akan dididik di Kampus ATKP Makassar yang baru di Kampus Terpadu Salodong, Sulawesi Selatan.

Mulai tahun 2015 lalu, kata Wayan, taruna ATKP Makassar sudah tinggal dan belajar di Kampus ATKP Salodong. “Selain itu fasilitas dan sarana pendidikan di Kampus Salodong sudah semakin lengkap, mulai ruang kelas, ruang perkantoran, bahkan hanggar pesawat dan landasan pacu di sebelahnya sudah jadi dan siap digunakan,” jelas dia.

Pendaftaran sipencatar 2016 termasuk di ATKP Makassar sudah dimulai Senin (4/4/2016) kemarin. Pendaftaran ini akan dibuka sampai Jumat (27/5/2016), baik secara online atau datang langsung ke kampus BPSDM Perhubungan dan atau Dinas Perhubungan yang ditunjuk di Indonesia.

Pendaftaran sipencatar di ATKP Makassar dibuka setiap jam kerja, terutama yang datang langsung ke loket pendaftaran di kampus. Sementara, pendaftaran secara online, bisa dilakukan selama 24 jam sehari sampai menjelang penutupan nanti.

Selanjutnya Kampus ATKP Makassar yang lama, menurut Wayan akan digunakan untuk diklat jangka pendek atau short course personel penerbangan. ATKP Makassar akan segera menjadi Badan Layanan Umum (BLU), dan praktis harus kreatif dan inovatif untuk mencari sumber-sumber pendanaan baru.

“Salah satu sumber penerimaan itu adalah melalui penyelenggaraan diklat baik diklat reguler atau diklat jangka pendek tersebut. Yang pasti, jika sudah menjadi BLU maka ATKP Makassar tidak lagi menerima subsidi dari negara dan harus bisa menghidupi dan membiayai kegatan diklatnya sendiri,” kilah Wayan.(helmi)

loading...