Angkasa Pura 2

Yudhi: STPI Menerima Taruna Baru Penerbang Mulai Tahun 2017

SDMRabu, 6 April 2016
Yudhi Afen Loka

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) terus memepercepat proses pendidikan dan pelatihan (diklat) calon pilot yang kini ada di kampus penerbangan tertua di Indonesia itu. Kampus STPI secara bertahap akan menerima tambahan pesawat latih baru.

“Sesuai target, pilot yang akan masuk nanti harus selesai dalam waktu 18 bulan. Jadi, taruna penerbang yang ada sekarang harus dipercepat diklatnya. Komitmen kita, seluruh taruna penerbang harus selesai dan diwisuda dulu baru menerima taruna penerbang baru,” kata Ketua STPI Ir. Yudhi Sari Sitompul,MM menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Tahun 2016 ini, lanjut dia, Kampus STPI belum bisa menerima taruna penerbang baru. Yang akan diterima melalui proses seleksi penerimaan calon taruna (sipancatar) adalah taruna non penerbang. “Untuk taruna non penerbang, STPI akan menerima banyak taruna. Sedikitnya ada 9 program studi (prodi) di STPI akan menerima taruna baru,” kata Yudhi.

Sesuai rencana, Kampus STPI baru bisa menerima taruna penerbang baru pada tahun 2017 mendatang. Sedangkan taruna penerbang yang ada di Kampus STPI sekarang diharapkan sudah mampu menyelesaikan program pendidikan dan sudah dilantik menjadi pilot.

Data yang dihimpun dari STPI Curug, saat ini masih ada sekitar 300 taruna penerbang yang masih harus menyelesaikan program diklatnya. Mereka itu yang terakhir masuk adalah tahun 2015 lalu. Itupun proses seleksi taruna penerbang sudah dilakukan setahun sebelumnya.

Rating CPL Multi Engine

Seperti diketahui, bulan lalu STPI menerima kedatangan tiga pesawat latih baru yang terdiri dari pesawat multiengine. Pesawat itu akan memperkuat armada pesawat latih di Kampus STPI.

Kepala Jurusan (Kajur) Penerbang STPI Capt. Roy Nainggolan mengatakan, penambahan tiga pesawat latih baru ke STPI akan menambahkan rating para pilot yang dihasilkan nanti. “Selama ini, STPI hanya meluluskan pilot dengan rating CPL (comercial pilot lisence) untuk single engine. Ke depan, pilot kita akan mengantongi dua rating yaitu single engine dan multi engine,” jelas Roy.

Namun begitu, dia menambahkan, dalam waktu dekat akan segera tiba pesawat latih baru di STPI sebagai bagian pembelian 61 pesawat latih dari Amerika Serikat (AS) di tahun 2015 silam. Mereka terdiri dari pesawat latih single engine sehingga mampu mempercepat proses diklat pilot di STPI. “Jika pesawat latih single engine sudah tiba praktis akan mampu mempercepat proses diklat pilot-pilot muda dari STPI,” tegas Capt.Roy.(helmi)