Angkasa Pura 2

Jokowi Pantas Sandang Predikat Bapak Pelabuhan

DermagaMinggu, 10 April 2016
IMG-20160409-WA0043

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Bisa jadi Jokowi menjadi presiden pertama Indonesia yang menciptakan rekor dalam meresmikan operasional proyek infrastruktur transportasi laut.

Dalam tempo dua hari berturut-turut meresmikan enam pelabuhan karya Kementerian Perhubungan. Sebelumnya sejumlah pelabuhan diresmikan presiden asal Solo ini.

Selasa (5/4/2016), Jokowi meresmikan Pelabuhan Wasior di Teluk Wondama, Kabupaten Wasior, Papua Barat.

Pengembangan pelabuhan tersebut dibangun secara multiyears dari dana APBN Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2005-2015 dengan nilai investasi sekitar Rp 79 miliar.

Selain Pelabuhan Wasior, Jokowi mengatakan pada akhir tahun 2015 dan awal 2016 telah selesai dibangun 27 pelabuhan laut. Pemerintah juga telah selesai membangun 4 pelabuhan penyeberangan, 7 bandara baru dan 12 bandara pemugaran.

“Pemerintah juga membangun 68 pelabuhan laut lagi yang tersebar di Maluku, Papua, NTT dan Sulawesi,” kata Jokowi.

Pelabuhan Wasior menempati lahan seluas 55.718 meter persegi dengan status Hak Pakai. Pelabuhan Wasior merupakan pelabuhan pengumpul dalam hierarki pelabuhan laut.

Pembangunan fasilitas di pelabuhan Wasior meliputi dermaga seluas 174×10 meter persegi, Trestle I seluas 48×8 meter persegi, Trestle II seluas 47×8 meter persegi, Causeway I seluas 160×6 meter persegi, Causeway II seluas 127×8 meter persegi dan reklamasi 12.500 meter persegi.

Pelabuhan Wasior dapat disandari kapal hingga 3.500 DWT dengan faceline dermaga -10 mLWS. Selain itu terdapat pembangunan fasilitas darat seperti kantor, terminal penumpang, pos jaga, rumah pompa, genset, gudang seluas 15×40 meter persegi, dan lapangan penumpukan seluas 10.000 meter persegi.

IMG-20160409-WA0040

Pada Rabu (6/4/2016), Presiden tak tanggung-tanggung resmikan lima pelabuhan. Didampingi antara lain Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Plt. Dirjen Perhubungan Laut Umar Aris, Presiden meresmikan Pelabuhan Tobelo, Pelabuhan Galela, Pelabuhan Tutu Kembong, Pelabuhan Wonreli, dan Pelabuhan Pulau Teor yang tersebar di Provinsi Maluku Utara.

Peresmian kelima pelabuhan yang biaya pembangunannya menelan dana Rp 450,04 miliar dipusatkan di Pelabuhan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Presiden dalam sambutannya menegaskan tentang upaya pemerintah mempercepat pembangunan yang bertitik tolak pada tiga hal pokok, yaitu deregulasi atau penyederhanaan perizinan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

mbangunan infrastruktur pelabuhan bertujuan untuk menghubungkan antarpulau, antarprovinsi, dan antarkabupaten di seluruh Indonesia. Program tol laut yang sudah terlaksana sejak tahun lalu, menyediakan tiga unit kapal yang secara reguler singgah di pelabuhan-pelabuhan besar dan akan ditambah lagi frekuensinya, pada tahun ini.

IMG-20160409-WA0038

100 PELABUHAN
Dari pemaparan Jokowi, maka terdapat fakta bahwa sekitar 100 pelabuhan sedang dan sudah dibangun. Pembangunan pelabuhan dengan esekutornya Kementerian Perhubungan maka sekali lagi Jokowi mencatat sebagai Presiden pertama Indonesia yang mampu membangun sekitar 100 pelabuhan dalam masa pemerintahan yang belum seumur jagung.

Prestasi ini amat mengagumkan dan patut mendapat apresiasi tinggi. Apalagi pembangunan pelabuhan itu bukan berorientasi proyek, tetapi berbasis kepada visi memberikan fasilitas bagi mobilitas logistik dan manusia, mempermudah distribusi komoditas dari daerah, mengkatalisasi dan mengakselerasi perekonomian daerah, dan sekaligus membuka peluang kerja bagi putra daerah. Dalam konteks ekonomi, pembangunan pelabuhan jiga menekan harga barang, termasuk komoditas kebituhan rakyat.

Visi membangun poros maritim tersebut direalisasikan dengan tidak Jawa sentris, tetapi Indonesia sentris. Fakta memperlihatkan enam pelabuhan yang diresmikan operasionalnya oleh Jokowi, terletak di Indonesia bagian timur.

2016-04-06 17.37.16

Agar operasional pelabuhan berlangsung secara optimal, pemerintah mengoperasikan kapal tol laut dan perintis. Selain itu memberikan kemudahan bagi investor untuk ikut membangun infrastruktur transportasi laut.

Pemerintah juga mempermudah izin investasi membangun pabrik-pabrik yang produknya tidak hanya dinikmati oleh daerah setempat, tetapi dapat dipasarkan antarpulau dan berorientasi ekspor.

Dengan visi, misi dan operasionalisasi antara lain menggenjot pembangunan pelabuhan tersebut maka pantas bagi Jokowi menyandang predikat sebagai Bapak Pelabuhan. Rakyat dengan suka cita memberikan predikat itu.
(Agus Wahyudin/wartawan BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans/Direktur Institur MD9).