Angkasa Pura 2

PPNS Ditjen Hubud Sidik Kasus Penumpang Pecahkan Kaca Pesawat Indonesia AirAsia

Bandara KokpitMinggu, 10 April 2016
WNA Unrully

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bekerja sama dengan Mabes Polri tengah menyidik kasus dugaan pelanggaran UU Penerbangan. Kasus ini tengah diproses sesuai hukum yang berlaku yang ditangani PPNS Ditjen Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan bekerjsa sama dengan Mabes Polri.

“Telah terjadi unrully passenger atas nama Adam Matthias Lundmark Warga Negara Swedia yang memecahkan kaca pesawat udara pada penerbangan di pesawat Indonesia AirAsia dengan rute Don Muang, Bangkok – Jakarta, Rabu (30/3/2016),” kata siaran pers yang diterima BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (9/4/2016).

Susanto, salah satu PPNS Kementeran Perhubungan yang mengusut kasus ini, mengatakan Adam diduga melanggar UU Penerbangan. Kasus tersebut sedang dalam proses penegakan hukum oleh PPNS Penerbangan Sipil yang dipimpin langsung Kasi PPNS Ditjen Perhububgan Udara (Hubud).

Untuk mengusut dan menyelesaikan kasus ini, kata Susanto, telah dilakukan komunikasi dengan Korwas PPNS Bareskrim Polri, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM serta Kedutaan Swedia.

Adam Matthias sempat mencoba melarikan diri dari Dumai menuju Singapura. Saat ini yang bersangkutan sedang diperiksa di Kantor Imigrasi Bengkalis, Riau.

Workshop bandung1

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan upaya perlindungan warga negara asing (WNA) meskipun dalam proses pemeriksaan penegakan hukum, saat ini diinapkan di Rudenim Pekanbaru.

Dalam waktu dekat tim PPNS Ditjen Hubud akan berangkat menuju Pekanbaru, guna persiapan tahap pemeriksaan lanjutan sekaligus berkoordinasi dengan pihak Ditjen Imigrasi. “Tim PPNS Ditjen Hubud juga sedang mempersiapkan olah tempat kejadian perkara (TKP),” tandas Susanto.

Kasus itu kembali diungkap sekaligus dibahas dalam satu workshop mengenai kasus bercanda tentang bom yang marak dilakukan para penumpang udara di Tanah Air. Untuk menghindari kasus itu berulang dan memberikan efek jera, aparat penegak hukum mulai Polri, jaksa dan hakim serta PPNS menyatukan persepsi dan meningkatkan pemahaman mengenai kasus dugaan pelanggaran oleh penumpang pesawat udara.(helmi)