Angkasa Pura 2

Iskandar Abubakar: 3 In 1 Diganti ERP, Perkuat Dengan Angkutan Umum

Koridor Rubrik Iskandar AbubakarJumat, 15 April 2016
2016-04-15 13.58.45

Pemerintah daerah telah menguji coba penghapusan tree in one di Jakarta dan ternyata lalu lintas bertambah padat pada koridor 3 in 1 dan lebih lancar di luar kawasan 3 in 1. Jelas dapat disimpulkan bahwa Jakarta memang masih memerlukan suatu mekanisme pembatasan lalu lintas.

Memang pemberlakuan 3 in 1 mempunyai beberapa kelemahan karena memerlukan pengawasan yang ketat oleh kepolisian, dan yang lebih memprihatinkan adalah joki yang membawa bayi.

Hal lain yang menjadi kelemahan 3 in 1 adalah bahwa penerapannya pada koridor sehingga tetap mempunyai peluang bagi karyawan di sekitar koridor untuk masuk ke tujuan mereka yang berada di dalam koridor melalui jalan belakang.

Untuk mengantisipasi kelemahan dari 3 in 1 perlu dikaji beberapa alternatif yang dapat diterapkan untuk membatasi lalu lintas. Masing-masing alternatif mempunyai keuntungan dan kelemahan.

Langkah yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta adalah mengganti 3 in 1 dengan Electronik Road Pricing seperti yang digunakan di Singapura.

Berbeda dengan Singapura sebagai negara pulau, Jakarta merupakan bagian dari Jabodetabek, sehingga mau tidak mau akan memengaruhi kendaraan-kendaraan luar Jakarta yang mau masuk ke dalam.

Untuk memberikan dampak yang lebih besar dari ERP di Jakarta perlu dipikirkan perluasan kawasan yang dikendalikan sehingga benar-benar dapat mengurangi arus lalu lintas di kawasan yang dikendalikan dan kawasan di luar yang dikendalikan karena para pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum.

Besaran tarif akan memengaruhi jumlah trip yang beralih ke angkutan umum, sebagai contoh pada saat kota London menerapkan Road Pricing dengan tarif £5 pada tahun 2003 di dalam kawasan yang berada di dalam jalan lingkar dalam menurunkan arus sampai 25 persen.

Tarif yang berlaku sekarang di London telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir pada tahun 2014 telah menjadi £11.5 atau setara dengan 210 ribu rupiah. Angka ini tidaklah kecil sehingga sangat berpengaruh dalam pola perjalanan masyarakat.

Manfaat dari ERP dapat diperbesar dengan berbagai cara di antaranya dengan penyediaan angkutan umum yang cepat, nyaman dan tentunya murah, cara pembayaran mudah, dan pengisian ulangnya, serta fasilitas pejalan kaki yang baik. Enforcement yg efisien dan efektif serta denda yang besar terhadap penerobos.
(Iskandar Abubakar, Mantan Dirjen Perhubungan Darat, Ketua GRSP-Indonesia)