Angkasa Pura 2

Pengamat : Kerugian Besar Bila Jadikan Sepeda Motor Angkutan Umum Resmi ‎

KoridorJumat, 15 April 2016
images(18)

JAKARTA (beritatrans.com) – ‎Pengamat tansportasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menegaskan, akan menjadi kerugian besar bagi bangsa dan negara, bila menjadikan sepeda motor sebagai angkutan umum resmi.

“‎Lebih baik pemerintah fokus membenahi transportasi umum yang ada saat ini,” ujar Djoko kepada Beritatrans.com, Jumat (15/4/2016).

Sepeda motor, menurut Djoko memang mampu memotong lama waktu perjalanan. Namun ‘mudharat’ dari sepeda motor juga tidak kalah besarnya. Berdasarkan data kepolisian, moda roda dua ini sebagai salah satu penyumbang kecelakaan dan korban jiwa.

“Konsumsi BBM (bahan bakar minyak) sepeda motor juga saat ini mencapai 40 persen dibandingkan moda transportasi lainnya,” imbuh Djoko.

Dengan memberikan kelonggaran bagi sepeda motor menjadi angkutan umum (tidak resmi), membuat produsen terus diuntungkan, karena tidak adanya pembatasan.

Bajaj saja yang legal menurut Djoko, ruang geraknya dibatasi.  Dia tidak bisa beroperasi di semua jalan, tetapi diatur areanya. Sedangkan sepeda motor bisa melenggang di mana saja, kecuali beberapa titik seperti kawasan Thamrin dan Merdeka, Jakarta Pusat.

“Kalaupun nantinya dibuatkan jalur untuk sepeda motor, tidak menyelesaikan masalah karena terlalu banyak di jalan,” ungkap Djoko.

Seperti diketahui, Uber motor baru saja meluncurkan layanan transportasi dengan sepeda motor secara online. Sementara saat ini sudah banyak layanan ojek online yang beroperasi, seperti Grab dan Gojek. (omy)‎

loading...