Angkasa Pura 2

Sipencatar 2016, STPI Siap Terima 150 Calon Taruna Terbaik

SDMMinggu, 17 April 2016
Taruna STPI Bunga

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Proses seleksi penerimaan calon taruna (sipencatar) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM Perhubungan) sudah dibuka sampai 27 Mei 2016 mendatang. Setiap kampus mulai menerima pendaftaran calon taruna, baik secara online atau datang langsung ke kampus BPSDM Perhubungan dan Dinas Perhubungan yang ditunjuk di Tanah Air.

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) pun siap menjaring calon taruna terbaik pada tahun ajaran 2016 ini. Kampus penerbangan di Curug, Tangerang Banten itu siap membuka berbagai program studi (prodi) andalan, terutama untuk mendidik dan menyiapkan personel penerbangan professional di masa mendatang.

Kabag Adminitarsi Umum dan Rumah Tangga STPI Drs. Ahmad Bahrawi mengatakan, pihaknya akan menjaring calon terbaik untuk beberapa program studi (prodi) yang dibuka seperti Teknik Pesawat Udara (TPU), Teknik Bangunan dan Landasan (TBL), Teknik Naerounatika Udara (TNU) Teknik Lalu Lintas Udara (TLLU) dan lainnya.

“Total taruna baru yang akan diterima STPI sekitar 150 orang. Nanti tergantung kebijakan pimpinan, mau mengambil satu kelas 24 orang atau 30 orang. Pihak kampus akan menyesuaikan,” jelas Bahrawi kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Menurut dia, seluruh prodi di STPI baik dan memiliki keunggulan masing-masing. Tapi, yang paling banyak peminatnya serta tingkat penyerapan lulusan tertinggi adalah prodi TPU. “Selama ini, hampir tak ada lulusan TPU STPI Curug yang menganggur sampai lama. Banyak taruna TPU justru sudah dipesan beberapa perusahaan MRO (maintenance repair and overhaul) seperti GMF AeroAsia dan lainnya,” terang Bahrawi.

Sipencatar tahun 2016, lanjut dia, sama proses dan tahapannya sesuai ketentuan yang ditetapkan BPSDM Perhubungan. “Yang pasti, STPI akan memilih calon taruna terbaik, mereka adalah lolos TPA (tes potensi akademik), lolos tes wawancara, kesamaptaan, kesehatan dan psikologi,” sebut Bahrawi.

Dia menambahkan, seluruh taruna STPI akan hidup dan tinggal di asrama. Seluruh aktivitas taruna mulai bangun tidur sampai tidur lagi dibimbing dan diawasi oleh instruktur dan dosen piluhan di Kampus STPI. “Dengan begitu, diharapkan bisa membentuk pribadi yang baik, disiplin tinggi serta peka dan peduli pada masalah dan kondisi lingkungannya,” tegas Bahrawi.(helmi)