Angkasa Pura 2

KCJ Akan Tambah 60 Kereta Tahun Ini

EmplasemenSenin, 18 April 2016
Sejumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line antre saat akan keluar dari Stasiun Tanah Abang di Jakarta

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Kereta Commuter Jabodetabek (PT KCJ) targetkan menambah 60 kereta tahun ini untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang dari waktu ke waktu meningkat.

Tahun ini PT KCJ juga menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang. Khususnya dalam menambah unit kereta yang dioperasikan. Manajer Komunikasi PT KCJ Eva Chairunisa mengungkapkan, pihaknya menargetkan pembelian 60 unit kereta pada tahun ini. Spesifikasi kereta yang dibeli tidak jauh berbeda dengan yang selama ini digunakan.

Sebab, PT KCJ lebih percaya dengan perusahaan asal Jepang itu. Terutama terkait kualitas dan kesesuaian kereta dengan kondisi di Indonesia. ”Yang dibeli tahun ini berasal dari Tokyo Metro,” ujar Eva saat dikonfirmasi Jawa Pos.

KRL eks Tokyo Metro merupakan salah satu produk yang masih dipercaya untuk digunakan. Tak heran, pada tahun ini, PT KCJ memercayakan pembelian kepada perusahaan asal Jepang itu.

Perusahaan tersebut mendominasi kereta milik PT KCJ yang dioperasikan selama ini.’ ‘Tahun ini memang menambah 60 unit. Kedatangannya dilakukan secara berkala pada Juli 2016,” imbuhnya.

Penambahan kereta-kereta itu akan menambah daftar panjang kereta yang dimiliki PT KCJ. Berdasar data yang dimiliki PT KCJ, sejak pembelian pada 2008 hingga 2016, PT KCJ memiliki 844 unit kereta.

Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah, melihat besarnya permintaan penumpang selama ini. Belum lagi, perbaikan-perbaikan sistem yang dilakukan membuat layanan tersebut menjadi semakin baik.

Perbaikan yang dilakukan perusahaan, antara lain, mengembangkan sistem headway yang singkat da menambah panjang rangkaian kereta yang beroperasi. Selain itu, apabila dibuka jalur baru, bukan tidak mungkin intensitas layanan operasional juga ditingkatkan. Misalnya, menambah rangkaian baru.

Sebelumnya, Eva mengungkapkan bahwa pihaknya memang tengah menyiapkan layanan yang mumpuni. Sebab, mereka memiliki target untuk bisa melayani 1,2 juta penumpang per hari.

Penumpang yang rata-rata berasal dari kota penyangga DKI (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) itu memang memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap moda transportasi tersebut. ”Seiring juga dengan peningkatan pelayanan,” imbuhnya.

Untuk menunjang kebutuhan penumpang yang selalu bertambah, perbaikan fasilitas juga dilakukan. Di antaranya, menambah panjang peron, perbaikan fasilitas stasiun, dan menambah vending machine yang digunakan untuk bertransaksi.

Misalnya, dalam waktu dekat, ada tiga stasiun yang siap diresmikan setelah direvitalisasi. Di antaranya, Stasiun Kebayoran, Stasiun Maja, dan Stasiun Parung Panjang. (ani).

loading...