Angkasa Pura 2

Capt. Sahattua Berikan Ceramah Umum Mengenai Budaya Keselamatan Pada Taruna STIP Jakarta

SDMRabu, 20 April 2016
Capt. Sahattua Ceramah

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Kantor Syahbandar Utama Tanjung Priok Capt. Sahattua P.Simatupang, MH,MM memberikan ceramah umum dihadapan ratusan taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Rabu (20/4/2016). Mereka adalah taruna tingkat akhir STIP Jakarta yang akan segera menyelesaikan program pendidikan dan diwisuda pada Agustus-September 2016 mendatang.

Dalam ceramah yang digelar di Auditorium STIP Jakarta itu, Capt. Sahattua memberikan pembekalan berjudul “ Startegic Contribution Indonesia Cadet 2016”. Acara tersebut dipandu langsung oleh pembantu Ketua (Puket) I STIP Bidang Akademik Capt. Wisnu Risianto,MM dan Puket III Capt. Zainal Arifin,MM.

Dalam paparannya, Capt. Sahattua menekankan perlunya bekerja profesional sebagai kadet bahkan ketika sudah menjadi perwira kapal nanti, dengan tetap mengutamakan dan mengedepankan aspek keselamatan. “Keselamatan pelayaran harus menjadi nomor satu dalam hidup dan falsafah kerja para pelaut,” sebut alumni AIP Jakarta Angkatan 29 itu.

Oleh karena itu, lanjut dia, masalah keselamatan sebagai pelaut harus ditanamkan sejak dini, saat mereka menjadi taruna di kampus STIP Jakarta ini. “Keselamatan harus ditanamkan sejak di dalam kampus. Setelah mereka berlayar menjadi kacet nanti, semua sudah terbiasa bekerja dengan standar keselamatan yang tinggi,” papar Capt. Sahattua.

Manager Komunikasi STIP Jakarta Marzuki kepada BeritaTrans.com mengatakan, Kampus STIP Jakarta akan segera melepas ratusan taruna untuk praktek laut atau prala pada tahun ajaran 2016 ini. Mereka adalah taruna jurusan nautika dan teknika STIP Jakarta.

“Mereka akan mengikuti prala di berbagai perusahaan pelayaran nasional dan asing selama setahun. Mereka harus mempraktekkan ilmu dan pengalaman yang dipelajari di kampus dengan berlayar yang sebenarnya. Selama berlayar itu pula, para kadet harus mempersiakan untuk membuat tugas akhir atau skripsi yang akan diujikan setelah mereka turun dari kapal setahun mendatang,” jelas Marzuki.

Sementara, lanjut dia, bagi taruna dari jurusan Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) juga akan dilepas untuk kerja lapangan, tapi di darat baik di perusahaan pelayaran, pelabuhan atau instansi pemerintah seperti kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) atau Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama di berbagai daerah di Tanah Air.

“Jadi, semua taruna STIP Jakarta khususnya smester V-VI akan mengikuti praktek di lapangan, baik ikut berlayar atau kerja di darat sebagai staf di kantor. Semuanya akan menjalani praktek itu selama setahun sebelum kembali ke kampus lagi,” tegas Marzuki.(helmi)