Angkasa Pura 2

Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Rangkul Buruh Dispensasi

DermagaWednesday, 20 April 2016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebanyak 458 buruh dispensasi atau bukan pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) TKBM akan dirangkul Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Tanjung Priok untuk menangani bongkar muat barang bersifat khusus (curah).

General Manajer (GM) Koperasi TKBM Priok, Sutejo kepada BeritaTrans. com dan tabloid mingguan Berita Trans, Rabu (20/4/2016) mengatakan buruh dispensasi akan diatur nantinya khusus untuk menangani bongkar muat semen, beras dan barang curah lainnya dengan upah borongan.

Selama ini buruh dispensasi secara de facto sudah ada dan melakukan kerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Tapi keberadaan mereka belum ditata dengan baik. Mereka dapat pekerjaan hanya didasarkan kebijakan mandor dengan upah biasanya di bawah upah kesepakatan.

“Sekarang kita akan terapkan upah borongan atas kesepakatan koperasi TKBM dengan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) untuk buruh dispensasi,” kata Sutejo.

“Kita sudah ajukan usul upah bongkar muat borongan kepada APBMI sebesar Rp 17.960/ton tapi belum ada tanda tanda dari APBMI untuk segera dibahas,” tambahnya.

Nanti sebagian dari upah borongan tersebut dikelola koperasi untuk pengadaan pakaian kerja, perlengkapan keselamatan kerja termasuk uang THR bagi buruh dispensasi, ujar Sutejo.

Dengan kebijakan ini nasib buruh dispensasi diharapkan menjadi lebih baik dan Koperasi TKBM juga mendapat tambahan pemasukan. (wilam)