Angkasa Pura 2

Yuli Sudoso: Tingkatkan Diklat Taruna, STPI Akan Terima 19 Pesawat Latih Baru

Kokpit SDMRabu, 20 April 2016
Yuli Pusbang2

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan akan membagi rata 51 pesawat latih untuk taruna penerbangan di Tanah Air. Tapi yang paling banyak akan ditempatkan di Kampus Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Curug, Tangerang, Banten sebanyak 19 pesawat, guna mempercepat proses diklat taruna penerbang.

Demikian disampaikan kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Yuli Sudoso Hastono, SE, S.SiT saat dihubungi BeritaTranscom di Jakarta, Rabu (20/4/2016). BPSDM Perhubungan melalui STPI Curug sudah membeli 51 pesawat latih baru akan akan segera tiba di Indonesia secara bertahap. Untuk pengiriman pertama, sudah datang tiga pesawat multiengine yang sekarang ditempatkan di STPI Curug.

“Pemerintah (BPSDM Perhubungan) akan membangun Based Station Penerbangan untuk latihan terbang taruna. Yang terbaru akan dibangun d Berau Kalimantan Timur dan Sorong Papua Barat, masing-masing akan ditempatkan 11 unit pesawat latih,” kata dia.

Sebelumnya, STPI sudah membangun Based Stasiun untuk latihan terbang taruna, masing-masing di Rengat Riau, Bandar Lampung, dan Cilacap Jawa Tengah. “Mereka sudah aktif dan digunakan para taruna untuk latihan terbang, terutama calon pilot dari STPI Curug dan BPPP Banyuwangi, Jawa Timur,” kata Yuli lagi.

Dikatakan, saat ini ada 42 pesawat latih di STPI Curug, meski diakui ada beberapa pesawat yang sedang dalam perawatan bahkan ada yang akan segera ditarik dari peredaran karena sudah tua dan tak laik dioperasikan lagi.

Yang pasti, tambah Yuli, BPSDM Perhubungan komitmen mempercepat proses diklat taruna penerbang di Tanah Air, khususnya STPI Curug dan BPPP Banyuwangi. “Saat ini, masih ada sekitar 350 taruna penerbang di STPI yang masih harus menyelesaikan program diklat khususnya meningkatkan jam terbang sebelum dilantik menjadi pilot,” sebut dia.

Pesawat Latih STPI2

2017 Terima Taruna Penerbang

Oleh karena itu, pada Sipencatar tahun 2016 ini Kampus STPI belum bisa menerima taruna penerbang baru. Mungkin baru tahun 2017 mendatang STPI bisa membuka kelas baru dan menerima taruna penerbang. “Fokus BPSDM Perhubungan dan STPI adalah, bagaimana menyelesaikan program diklat taruna penerbang yang ada sekarang dulu,” tandas Yuli.

Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si yang dihubungi BeritaTrans.com mengatakan, semua taruna penerbang yang masuk mulai tahun 2015 harus selesai dalam waktu 18 bulan. Maksimal, 20 bulan mereka sudah harus dilantik menjadi pilot dengan rating, commercial pilot lisence (CPL).

“Seluruh taruna penerbang khususnya di STPI Curug harus selesai dulu, baru menerima kelas pilot baru. Saat ini, program pengadaan 51 pesawat latih baru sudah mulai tiba dan akan langsung dioperasikan untuk latihan terbang taruna,” tegas Tommy, sapaan akrab dia.(helmi)