Angkasa Pura 2

Kapal Hai Yang Shi You 301 Diduga Menyalahi Izin dari Kemenhub

DermagaKamis, 21 April 2016
Kapal_LNG

JAKARTA (beritatrans.com) – Kapal Floting Storage Unit (FSU) Hai Yang Shi You 301 berbendera Tiongkok diduga menyalahi Izin Penggunaan Kapal Asing (IPKA) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dugaan ini bisa dilihat dari IPKA Kemenhub yang hanya mengizinkan kapal itu berfungsi sebagai penampungan atau storage Liquified Natural Gas (LNG), bukan izin untuk mengangkut.

“Kementerian Perhubungan keluarkan IPKA untuk kapal Hai Yang Shi You 301 tertanggal 31 Maret 2016 dan berlaku hingga 31 Desember 2016,” kata Kepala Bagian Organisasi dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Bambang Sutrisna di Jakarta, Kamis (21/4/2016).

IPKA dikeluarkan untuk PT JSK Abadi Lines sebagai perusahaan yang mengoperasikan kapal Hai Yang Shi You 301. Dalam salah satu klausul IPKA yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tersebut secara tegas disebutkan bahwa kapal Hai Yang Shi You 301 hanya digunakan untuk penampungan LNG, bukan pengangkutan.

“Izin itu dikeluarkan sebagai komitmen Kementerian Perhubungan dalam mendukung program pemerintah dalam usaha penyediaan tenaga listrik PT PLN, serta alokasi LNG untuk pembangkit listrik di Pelabuhan Benoa, Bali,” kata Bambang.

Bambang mengaku pihaknya tidak mau menduga-duga apakah kapal Hai Yang Shi You 301 menyalahi izin atau tidak.

“Kami tidak bicara tentang kalau atau pun seandainya. Yang jelas izin yang kami keluarkan bukan untuk pengangkutan,” katanya.

Meskipun demikian, Bambang tetap akan menelusuri informasi yang telah beredar di media massa bahwa kapal Hai Yang Shi You 301 mengangkut LNG dari Bontang ke Benoa, termasuk Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kapal tersebut.

Ia pun menegaskan, bila mengoperasikan kapal tidak sesuai perizinannya, maka izin penggunaan kapal tersebut bisa dicabut.

“Izin Penggunaan Kapal Asing dapat dicabut apabila tidak melaksanakan kewajiban dan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pelayaran,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, kapal Floating Storage Unit (FSU) Hai Yang Shi You 301 sepanjang 184,7 meter telah sandar di dermaga selatan Pelabuhan Benoa, Bali, yang dikelola oleh PT Pelindo Energi Logistik (PEL), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III.

Hai Yang Shi You 301 bertolak dari Bontang, Kalimantan Timur, dengan mengangkut LNG untuk diolah kembali menjadi gas (regasifikasi) di kapal FRU Lumbung Dewata. Kemudian akan disalurkan ke fasilitas milik PT Indonesia Power unit Pesanggaran.

Kapal Hai Yang Shi You 301 yang berbendera Tiongkok tersebut memiliki empat tangki sebagai tempat penyimpanan Liquified Natural Gas (LNG) dengan kapasitas total penyimpanan 31.000 meter kubik. Kapal tersebut sandar tepat di sisi fasilitas Floating Regasification Unit (FRU) bernama Lumbung Dewata yang datang lebih dahulu pada 30 Maret lalu.

Ketua Umum Indonesia Shipowners Association (INSA) Johnson W Sucipto menilai PT Pelabuhan Indonesia III melalui anak usahanya PT Pelindo Energi Logistik (PEL) melanggar azas cabotage.

“Dalam siaran pers yang dirilis Pelindo III dan dikutip media nasional jelas-jelas disebutkan bahwa PT PEL mengoperasikan kapal FSU Hai Yang Shi You 301 berbendera Tiongkok,” cetus Johnson kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Kamis (21/4/2016).

Penggunaan kapal China tersebut, dia mengemukakan melanggar Azas Cabotage seperti ditegaskan dalam Pasal 8 Ayat 2 Undang – Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Selain itu, melanggar Peraturan Menteri Perhubungan No. 10 Tahun 2015.

Dalam PM 10 Tahun 2015 dijelaskan tentang tata cara izin penggunaan kapal asing. “Izin penggunaan kapal asing hanya berlaku untuk kapal asing yang melakukan kegiatan lainnya dan tidak mengangkut barang atau penumpang,” tegasnya. (aliy)

loading...