Angkasa Pura 2

Pengamat : Jangan Abaikan Kualitas SDM Penerbangan ‎

Bandara KokpitJumat, 22 April 2016
IMG-20160421-WA010


JAKARTA (beritatrans.com) – Perkembangan positif dengan semakin banyaknya bandara yang ditingkatkan kapasitas sarana dan prasarananya serta rencana bertambahnya jam operasional bandara, harus dipikirkan juga sumber daya manusia (SDM).

Menurut Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman, jangan sampai kualitas SDM nya diabaikan, standar pendidikanya diturunkan, karena lebih mementingkan pemenuhan kuota kebutuhan SDM di bandara dan kebutuhan awak pesawat.

“‎Kita semua khawatir dengan adanya indikasi-indikasi turunnya standar mutu lulusan pendidikan yang akan berakibat negatif pada industri yang sedang berkembang ini,” ungkap Gerry menjawab Beritatrans.com, Jumat (22/4/2016).

‎Menurut Gerry, siapkah dengan lebih banyak bertemu dengan ground staff misalnya, yang tidak tahu apa-apa di luar hal rutin yang dikerjakan. Atau diterbangkan dengan pilot-pilot baru dengan skil yang pas-pasan, atau terbang dikendalikan petugas Air Traffic Controll (ATC) yang baru dan secara situasional awarnessnya tidak sebagus yang sebelum-sebelumnya.

‎”Kalau jawabannya siap, nanti kalau ada kecelakaan, tinggal hukum yang salah,  itu sama saja belum/tidak siap menerima penurunan standar dan itu memang tidak boleh (penurunan, red),” urai Gerry.

‎Diakui Gerry, untuk mencetak SDM baru butuh waktu. Tapi masalahnya adalah, untuk mendapatkan SDM yang berkualitas tinggi dan berpengalaman, butuh waktu lebih banyak lagi. 

Untuk itu, perlu menjadi perhatian bersama bahwa pemenuhan SDM, harus diimbangi dengan kualitas dan kemampuan yang mumpuni. Hal ini kaitannya dengan keselamatan dan keamanan. 

Seperti diketahui, pemerintah terus mengembangkan bandara-bandara untuk meningkatkan pelayanan transportasi udara masyarakat. Tak hanya dikembangkan, jam operasional juga akan ditambah menjadi 12 atau 24 jam pada bandara-bandara tertentu. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada kebutuhan SDM yang handal. (omy)‎